Begini Kondisi Jasad Rahayu Meliana, Santri Ponpes Baitul Quran Saat Ditemukan

Rabu,11 Oktober 2017 | 21:22:37 WIB

Begini Kondisi Jasad Rahayu Meliana, Santri Ponpes Baitul Quran Saat Ditemukan
Ket Foto : Jenazah Rahayu saat ditemukan terdampat di bibir pantai oleh pencari kayu. Sumber Foto: Traju News

DUMAI (RIAUSKY.COM)- Tiga hari dinyatakan hilang, Rahayu Meliana (12) Santri Pondok Pesantren Baitul Quran Basilam Baru ditemukan, Rabu (11/10/2017) pagi tadi.

Jasad korban ditemukan  sekira pukul 10.00 WIB pagi tadi  di tepi pantai Kelurahan Basilam Baru.

Saat ditemukan, Rahayu sudah meninggal dunia alias tidak bernyawa lagi. Dia ditemukan warga yang kebetulan melihatnya saat sedang mencari kayu.

Saat ditemukan, Rahayu masih menggunakan pakaian yang sama dengan terakhir sekali dilaporkan hilang. 

Pakaiannya terlihat masih utuh, hanya saja, wajahnya sudah hancur dan wajahnya yaris sudah tidak bisa dikenali lafi dan mulai terlihat tulang tengkoraknya.

Diduga jasad Rahayu rusak karena sudah terendam selama tiga malam dan dimakan satwa air.

Saat ditemukan, jasad Rahayu dalam posisi terlentang mengenakan pakaian berwarna kuning kecoklatan dengan motif bunga.

Untuk mencocokkan, aparat kepolisian sudah membawa jenazah Rahayu ke Pemulasaran di RSUD Dumai. 


Kepada wartawan, Kapolres Dumai AKBP Restika SIK melalui Kapolsek Sungai Sembilan AKP H Silalahi membenarkan penemuan sosok wanita  yang diduga adalah santri bernama Rahayu yang hilang dari rombongannya ketika berkunjung ke tepi pantai Kelurahan Basilam Baru

''Ya, korban memang sudah ditemukan. Perkiraannya memang santri yang hilang. untuk memastikannya, saat ini apara tkepolisian masih melakukan identifikasi terhadap jasad korban,'' ungkap Kapolsek.

Korban, kata dia, ditemukan masih di tepi pantai oleh masyarakat yang sedang mencari kayu.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, seorang santriwati bernama Rahayu Meliana berusia 12 tahun, murid pondok pesantren Baitul Quran Basilam Baru  tiba-tiba dilaporkan hilang di Musholla pantai Basilam Baru. 

Saat itu ia hendak mengambil wudhu. Namun guru pembimbing menyadari setelah salah satu santrinya kurang satu. 

Kejadian ini berawal Ahad, (8/10/2017) siang, ketika para santri/wati pondok pesantren Baitul Quran basilam baru beserta guru pembimbing memilih berlibur ke pantai Basilam Baru. 

Usai mandi di pantai para santri kembali untuk sholat Zhuhur ke Mushalla yang berada tak jauh dari pantai. Saat pulang guru pembimbing menyadari jumlah santriwatinya kurang satu.

Hingga kini kita belum menemukan Rahayu (korban hilang red), kita masih mencari Rahayu Meliana  di lokasi kejadian bersama pihak Kepolisian, Babinsa dan masyarakat. 

Saat kejadian kita melaporkan kepada orang tuanya namun Rahayu juga belum pulang, disini kita merasa ada terjadi kejanggalan, karena Rahayu bukan hilang di laut tapi di Musholla saat itu ia hendak mengambil air wudhu, "ujar Ustadz Nurdin, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Quran Basilam Baru, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/10/17). 

Nurdin mengatakan, jumlah mereka saat itu sebanyak 129 orang, santai dan santriwati." Saat itu diatas sekira jam 15.30 WIB atau setelah sholat ashar, mereka main air dan berenang, anak- anak melaksanakan sholat ashar, setelah sholat ashar dan akan pulang ternyata kurang satu dan setelah di cari hingga sekarang belum ditemukan," jelasnya.(CR8)

 

Sumber Foto: Trajunews