Tak Takut Teror, Belasan Pelancong Asal Malaysia Tetap Kunjungi Sejumlah Objek Wisata di Riau

Senin,28 Mei 2018 | 11:55:12 WIB
Tak Takut Teror, Belasan Pelancong Asal Malaysia Tetap Kunjungi Sejumlah Objek Wisata di Riau
Ket Foto :

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pasca teror yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Riau, membuat 14 negara mengeluarkan "travel advice" warganya yang akan dan tengah berkunjung ke Indonesia.

Negara yang memberikan "travel advice" kepada warganya untuk berkunjung ke Indonesia dimulai dari Inggris, Amerika, Polandia, Singapura dan menyusul negara Kanada, Swiss, Australia, Brasil, Irlandia, Malaysia, Hongkong, Selandia Baru, Filipina, dan Perancis.

Tetapi dari rangkaian kejadian ini, tidak menyurutkan niat bagi 13 orang rombongan wisatawan mancanegara (wisman) dari negara jiran Malaysia untuk berkunjung ke Indonesia tepatnya ke Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak Provinsi Riau. 

Kunjungan wisatawan mancanegara ini merupakan program berwisata untuk mengisi waktu di bulan Ramadan 1439 Hijiriah sekaligus melaksanakan kegiatan amal, yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 26 hingga 29  Mei 2018.

Ketua rombongan tur wisman Malaysia, Mohd Rezwan Bin Alias, menyampaikan setelah terjadi tragedi itu (aksi teror) dilanjutkan adanya "travel advice", pada awalnya dirinya merasa bimbang untuk datang ke Indonesia, tetapi setelah sampai di Riau dirinya bersama 12 orang wisman lainya merasa aman, nyaman dan juga sangat merasakan keramahan masyarakat lokal yang begitu baik.

"Setelah terjadinya tragedi itu, pada awalnya kita merasa bimbang. Tapi setelah sampai di Riau kita merasa aman, nyaman dan juga sangat merasakan keramahan masyarakat Riau yang begitu baik kepada kami para pelancong dari negara Malaysia,"cakap Mohd Rezwan pada saat menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Riau, jalan Sudirman Pekanbaru, Minggu (27/5/2018) sore.

"Pada kesempatan ini, saya mengimbau dan mengajak para wisatawan manacanegera lainya untuk datang ke Indonesia khususnya Provinsi Riau, karena banyak tempat-tempat wisata yang sangat menarik dan aman untuk dikunjungi dan kami sengaja melakukan kegiatan ini bertepatan dengan bulan Ramadan, untuk mengambil keberkahan bulan Ramadan yang mulia," cakapnya lagi.

Adapun tempat-tempat wisata yang dikunjungi oleh rombongan wisman ini, pada hari pertama, melawat ke mesjid Agung An Nur Pekanbaru sekaligus melaksanakan shalat dzuhur, selanjutnya bertolak menuju Siak Sri Indrapura. Dalam perjalanan ke kota Siak para wisatawan singgah di monumen Pompa Angguk-Minas. Setibanya di Siak, singgah di jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, berbuka puasa dan pada malam harinya melaksanakan shalat tarawih di Islamic center Siak Sri Indrapura.

Lawatan pada hari ke dua, Minggu (27/5) ke Panti Asuhan As Shidiqie serta Madrasah mesjid Sultan kemudian menuju ke Istana Siak, melihat kapal Kato, mesjid dan makam Sultan, Balai Kerapatan Tinggi, kampung Tionghoa, plaza sungai Jantan. Selanjutnya kembali menuju Kota Pekanbaru, mengunjungi objek wisata Alam Mayang, pustaka Soeman H.S, sholat Ashar di mesjid Agung An Nur, mengunjungi Balai Adat Melayu Riau, pada sore harinya berbuka bersama dilanjutkan sholat Tarawih di Mesjid An Nur Pekanbaru

Pada hari ke tiga, Senin (28/5) kegiatan diawali sahur bersama dilanjutkan shalat subuh, kemudian melancong ke pasar Bawah, souvenir shop, mesjid Raya Pekanbaru, dilanjutkan dengan lawatan ke kawasan heritage (Istana Hinggap, pelabuhan lama, rumah Syah Bandar, tugu titik Nol Pekanbaru, rumah tenun serta rumah singgah Sultan) kemudian berbuka bersama anak yatim di panti asuhan Hikmah selanjutnya shalat tarawih dan pada hari terakhir kegiatan rombongan diawali sholat subuh berjamaah di Mesjid, kemudian membeli souvenir dilanjutkan menuju ke airport dan kembali Kuala Lumpur.

Menanggapi Hal ini Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, Minggu (27/5) di Pekanbaru mengatakan "travel advice" yang dikeluarkan oleh beberapa negara ke Indonesia bukan berarti sebagai "travel warning" atau larangan berkunjung.

"Hingga saat ini Tim MKK (Manajemen Krisis Kepariwisataan) yang di bentuk oleh Kemanterian Pariwisata RI, telah dan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif khususnya kesiapan aksesibilitas, amenitas dan atraksi berjalan normal," kata Fahmizal Usman.

Fahmizal juga menjelaskan, Travel advice adalah kewajiban semua negara untuk memperingati warganya ketika berada di satu wilayah atau daerah atau negara yang sedang terjadi konflik, Indonesia juga pernah mengeluarkan travel advice saat terjadi teror di Perancis. Indonesia memberikan travel advice memberikan arahan kepada warga negara Indonesia yang ada di sana tahun 2015. (R07/Mcr)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
#Jalan-jalan Index »
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS