Waduh, Daya Beli Masyarakat Rendah, Pasar di Selatpanjang Sepi

Rabu,06 Juni 2018 | 10:09:50 WIB
Waduh, Daya Beli Masyarakat Rendah, Pasar di Selatpanjang Sepi
Ket Foto :

SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim memimpin Rapat Koordinasi sekaligus meninjau stok kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat di pasar jelang hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Selasa 5 Juni 2018.

Hadir pada kegiatan itu, Kapolres, AKBP La Ode Proyek, SH, Perwakilan Kodim, Kepala Bea dan Cukai Selatpanjang, Hengki, Kasatpol PP, Joko Surianto Selamat, Kepala KSOP, Usman, Perwakilan PT. Pelindo, Perwakilan Perusahaan Jasa Pelayaran, Karantina, Kadis Perindagkop UKM, Azza Faroni, Kadis Perhubungan Aready dan unsur lainnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dilaporkan bahwa stok dan harga kebutuhan pokok di pasar masih stabil. Meskipun ada kenaikan harga, namun masih dibawah 5 persen atau masih dalam batas kewajaran.

"Sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat menyangkut harga sembako dan ketersediaannya, semua masih dalam batas kewajaran, seperti meliputi beras, gula, tepung dan lainnya," ungkap Kadis Perindagkop UKM Kepulauan Meranti, Azza Faroni.

Kondisi itu juga sesuai dengan hasil peninjauan langsung Wakil Bupati bersama Kapolres dan rombongan di salah satu gudang sembako milik Ali, yang dilanjutkan dengan peninjauan Pasar Sandang Pangan, Selatpanjang.

"Hasil peninjauan kita di gudang dan di pasar, stok sembako cukup, harga stabil bahkan beras turun, cuma yang menjadi masalah adalah pasar sedikit sepi, karena daya beli masyarakat turun," ungkap Wakil Bupati Said Hasyim.

Rendahnya daya beli masyarakat, menurut Wakil Bupati, karena lesunya ekonomi saat ini yang juga terjadi di seluruh wilayah Nasional.

"Seperti kita lihat di Meranti, harga karet, sagu dan kelapa turun, hanya harga kopi saja yang masih stabil," jelasnya.

Untuk menjaga agar kondisi itu tidak semakin sulit, kata Wabup, semua pihak terkait perlu menjaga kestabilan harga dan stok sembako di pasaran. Selain itu bersama-sama Kepolisian mengawasi praktek spekulan atau penimbun sembako.

Seperti dikatakan Kapolres AKBP La Ode Proyek, telah dibentuk Tim Satgas yang bertugas mengawasi stok dan harga sembako dipasaran. Kapolres menegaskan akan menindak tegas jika menemukan pengusaha yang menimbun kebutuhan pokok.

"Jika ketahuan ada yang menimbun akan kita tindak tegas, saya tidak main main," kata Kapolres.

Selain masalah stok sembako dan kestabilan harga dipasaran, yang juga menjadi perhatian adalah ketersediaan dan keselamatan angkutan lebaran, yakni kapal, speedboat dan angkutan tradisional kempang antar pulau.

Menyangkut hal itu, Wakil Bupati meminta semua pelabuhan dijaga petugas Dinas Perhubungan, untuk memastikan tidak terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, sehingga pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik dan lancar.

"Pelabuhan kempang di Semukut, Pelantai, Teluk Ketapang, Kundur dan lainnya, harus ada petugas yang mengawasi, perhatikan keselamatan dan kondisi kempang," ingatnya.

"Keselamatan yang utama, jangan gara gara ingin banyak penumpang mengabaikan keselamatan penumpang," ucapnya lagi.

Sementara itu untuk speedboat dan kapal besar, diakui pengusaha jasa pelayaran, Syahril, tidak ada masalah, jumlah kursi yang tersedia dapat melayani masyarakat, yang menjadi masalah hanya kondisi pelabuhan yang kurang representatif.

"Kapal dan jumlah seat tidak ada masalah, yang perlu dibenahi hanya kondisi pelabuhan dan parkirannya yang kurang representatif, semoga kedepan semakin baik," harapnya.

Selain itu juga dibahas terkait pasokan kebutuhan minuman kaleng yang diprediksi mencapai 60 ribu dus. Menyangkut hal ini Pemda bersama pihak terkait akan mencoba memfasilitasi pasokan minuman kaleng tersebut.

Kepala Bea dan Cukai Selatpanjang, Hengki menjelaskan, terkait dikeluarkannya Paket Kebijakan Ekonomi 15 oleh Pemerintah Pusat, memberikan kemudahan impor barang.

Dengan diberlakukannya paket kebijakan ekonomi 15 itu, maka impor barang yang bersifat Pas Bourder dan Bourder boleh masuk ke Kepulauan Meranti melalui kawasan pabean tanpa campur tangan pihak terkait, meliputi hasil perkebunan, hortikultura, kertas dan lainnya.

"Untuk pemeriksaan terhadap barang barang itu dilakukan oleh instansi terkait, seperti Karantina dan lainnya, dan baru dapat dilakukan setelah keluar dari kawasan pabean," jelasnya. (R16/Mcr)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
#Kepulauan Meranti Index »
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS