JAHAT...Nurul Najwa Babak Belur Dihajar Kekasih Tercinta, Luka-luka dan Lebam di Wajah

Kamis,12 Juli 2018 | 18:46:38 WIB
JAHAT...Nurul Najwa Babak Belur Dihajar Kekasih Tercinta, Luka-luka dan Lebam di Wajah
Ket Foto :

BENGKALIS (RIAUSKY.COM) - Perempuan warga Desa Penampi, kacamatan Bengkalis, kabupaten Bengkalis bernama Nurul Najwa (20) babak belur diduga dianiaya oleh sang kekasih yang diketahui bernama Aan (39), Rabu, 11 Juli 2018 kemaren.

Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka robek dan lebam-lebam di wajahnya. Dengan kejadian tersebut motif penganiayaan itu belum diketahui.

Kapolsek Bengkalis AKP Maitertika, Kamis 12 Juli 2018 membenarkan bahwa ada kasus penganiayaan yang baru saja diterima laporan dari pihak keluarga korban. Tetapi saat ini, pihak Kepolisian masih melakukan Lidik.

"Kita baru hari ini mendapat laporan dari pihak Korban. Memang benar korban NL mengalami penganiayaann oleh sang pacar. Tapi hingga saat ini korban masih tertutup memberikan informasi, dan diduga pelaku adalah pacarnya sendiri,"kata Kapolsek Bengkalis AKP Maitertika seperti dilansir Riaugreen.com.

Atas tindak pidana penganiayaan itu, lanjut Kapolsek, pihak keluarga Korban langsung membuat laporan di Polsek Bengkalis sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/20/VII/2018/Riau/BKS/Sek-BKS tanggal 12 Juli 2018.

"Pelaku Aan (39) merupakan warga jalan Subrantas RT03/RW01 Desa wonosari, kecamatan Bengkalis yang merupakan pendatang,"ujarnya.

"Penganiayaan itu, terjadi pada pukul 07.30 Wib tepatnya dijalan baru dekat Universitas STIE desa Sungai Alam, atas kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada bagian, muka, bibir, mata. Dan sampai saat ini, korban dibawa dan dirawat ke RSUD Bengkalis,"kata Kapolsek lagi.

Atas kejadian itu, korban Nurul Najwa yang masih mendapat perawatan di RSUD Bengkalis belum bisa diambil keterangan, karena mengalami trauma. (R14)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS