Empat Tersangka Korupsi Bansos APBD Riau Jalani Rekonstruksi di Bank Riau Kepri Pekanbaru

Empat Tersangka Korupsi Bansos APBD Riau Jalani Rekonstruksi di Bank Riau Kepri Pekanbaru
Ilustrasi
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Empat dari lima tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013, Senin, 30 Mei 2016 menjalani Rekonstruksi (reka ulang) di Bank RiauKepri Cabang Pekanbaru.
 
Reka ulang ini berlangsung selama 1,5 jam. Mereka adalah Kepala Sekolah Raudhatul Athfal yang merupakan Sekolah Islam setingkat Taman Kanak-kanak, berinisial DDN dari RA Ar Raudah, Sr dari RA Al Mukhlisin, YE dari RA Nurul Ikhlas dan St yang merupakan Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Riau.
 
Saat menjalani Rekonstruksi, salah seorang tersangka berinisial St menolak sejumlah adegan dan terpaksa digantikan oleh pemeran pengganti dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelalawan. Herman mengatakan hal tersebut merupakan hak tersangka.
 
“Tersangka St menolak adegan penyerahan uang. Sebenarnya boleh (menolak melakukan adegan tersebut). Dibuat berita acara kalau dia tidak bersedia (memerankan). Itu haknya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Herman Pelani, kepada wartawan.
 
Pihaknya akan tetap melanjutkan proses penyidikan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta-fakta yang terungkap. Para tersangka sebutnya, saat ini belum dilakukan penahanan. Sebab, para tersangka masih dinilai kooperatif dalam proses penyidikan saat ini.
 
“Selama ini masih aman. Tapi kalau mempersulit (proses penyidikan), tentu akan kita tahan,” tegas Herman.
 
St sendiri diketahui merupakan orang terakhir yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Penetapannya dilakukan Penyidik setelah mendapat petunjuk Jaksa Peneliti dari Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci.
 
“Awalnya (tersangka) cuma 4 orang. Dari petunjuk kita, akhirnya St menjadi tersangka,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pangkalan Kerinci, Yuriza Antoni yang turut menyaksikan pelaksanaan reka ulang.
 
Dari keterangan para saksi-saksi dan alat bukti dinyatakan bahwa tiga tersangka menerima sebesar Rp60 juta. “Ada bukti di CCTV dan saksi-saksi,” ungkapnya.
 
Dalam proses penyidikan kasus tersebut, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Salah seorang saksi, yang kini menjadi Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan. Pada saat kasus ini terjadi, dia menjabat selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau.
 
“Saksi-saksi yang ada di Berita Acara Pemeriksaan nantinya akan hadirkan di persidangan. Termasuk HM Wardan,” tegasnya.
 
Selain 4 orang yang menjalani rekonstruksi di Kantor BRK Cabang Pekanbaru, sebagai tersangka, terdapat seorang tersangka lainnya, yakni AU dari RA Al Faizin.
 
Pelaksanaan reka ulang ini untuk melengkapi berkas BAP terhadap lima orang tersangka korupsi yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu. Serta menyesuaikan keterangan para tersangka di dalam berkas dengan fakta di lapangan.
 
Sebagaimana diberitakan, dalam kasus ini dinyatakan telah terjadi penyimpangan dana sebesar Rp400 juta yang bersumber dari APBD Riau TA 2013. Namun, dana yang semestinya untuk keperluan RA maupun yayasan, namun oleh para tersangka digunakan untuk kepentingan yang tidak sesuai peruntukkannya.
 
Akibat perbuatannya, para tersangka itu dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index