Teknopolitan, Mimpi dan Masa Depan Pelalawan Sudah di Depan Mata

Senin,15 Mei 2017 | 21:44:56 WIB
Ketua KPK saat berkunjung ke Kawasan Taknopolitan
 
PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) - Sebuah megaproyek digagas Bupati M Harris. Adalah kawasan Teknolopolitan di Langgam, bekal Pelalawan menyongsong masa depannya yang jauh lebih baik.
 
Bupati Pelalawan HM Harris sangat menyadari betapa beratnya tantangan yang harus dihadapi daerahnya di masa mendatang. Berangkat dari kesadaran itulah digulirkan megaproyek kawasan Teknopolitan di Kecamatan Langgam. Sebuah kawasan yang kelak akan menjadi wujud intregrasi industri hulu dan hilir. Sebuah kawasan industri yang bisa menjadi modal bagi Pelalawan menyongsong masa depan.
 
Banyak hambatan dan rintangan harus dilalui. Misalnya dari segi anggaran. Sudah pasti APBD Pelalawan tidak akan sanggung menompangnya. Mengingat, megaproyek Teknopolitan diperkirakan menyedot biaya sekitar Rp 47 triliun. Sebuah jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan APBD Pelalawan yang hanya berkisar Rp 1,5 triliun setiap tahunnnya.
 
Namun Bupati M Harris berputus asa. Berbagai upaya dilakukan. Terutama bagaimana meyakinkan pemerintah pusat mengenai pentingnya megaproyek ini bagi Pelalawan khususnya dan Indonesia secara umum. Kegigihan itulah yang membuahkan sinyal positif dari pusat yang memberi janji akan memberi bantuan maksimal untuk mewujudkan Teknopolitan di Langgam, Pelalawan.
 
Kebijakan pembangunan kawasan Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan pada dasarnya merupakan bentuk implementasi atau perwujudan upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi sebagaimana diamanatkan didalam peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2010-2025. 
 
Di sisi lain, Kabupaten Pelalawan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2011-2016 juga sudah menetapkan beberapa arah pencapaian pembangunan yakni terwujudnya pusat pertumbuhan ekonomi unggulan daerah, berkembangnya industri serta peningkatan Sumberdaya manusi dengan sasaran minimal terbangunnya satu perguruan tinggi di Kabupaten Pelalawan. 
 
Arah pembangunan dimaksud ditujukan untuk pencapaian indikator pembangunan pada tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut yakni angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencerminkan kesejahteraan masyarakat menjadi 78,5 jumlah penduduk miskin menjadi 10 persen tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,2 persen laju pertumbuhan ekonomi menjadi 7,2 persen dan PAD menjadi 10 persen dari penerimaan. 
 
Meskipun secara eksplisit kata Teknopolitan tidak tercantum dalam RPJMD, namun secara substansi apa yang menjadi pilar atau apa yang akan dibangun dikawasan tersebut merupakan sasaran pembangunan yang tertulis didalam RPJMD kabupaten Pelalawan. 
 
Persemian Kawasan Teknopolitan bberapa waktu lalu
 
Rencana pembangunan kawasan teknopolitan ini dikeroyok oleh sejumlah kementerian, antara lain, Mentri Koordinator Bidang perekonomian RI yang juga merupakan Ketua Harian Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Mentri Negara Riset dan Tekhnologi RI serta Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) yang telah melakukan pencanangan pembangunan Pusat Inovasi Pelalawan pada tanggal 10 April 2012 yang lalu. Pencanangan yang telah dilakukan oleh kedua Mentri dan Kepala BPPT itu terus ditindak lanjuti oleh pejabat bawahannya, dengan mengkoordinasikan dokumen dan penyiapan kebijakan teknis. 
 
Salah satu tindak lanjut dimaksud saat ini sedang di proses pengajuan Kabupaten Pelalawan menjadi kawasan Perhatian Investasi pada sistem MP3EI Koridor Ekonomi Sumatera. Dan tahapan-tahapan yang dilakukan meliputi penyampaian proposal pada tanggal 18 April 2012, pemaparan proposal KPI dihadapan Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Sumatera di pekanbaru pada tanggal 13 Juli 2012 yang membahas usulan KPI Pelalawan dan dipimpin oleh Sekjen Kementrian Kehutanan mewakili Mentri Kehutanan selaku ketua Tim Kerja Koridor Ekonomi Sumatera, pada tanggal 24 Juli 2012 keluar rekomendasi Mentri Kehutanan agar kabupaten pelalawan di tetapkan menjadi KPI dengan indikasi investasi sebesar 67 triliyun. Dan saat ini sedang ditunggu rapat pleno KP3EI untuk penetapan Kabupaten pelalawan menjadi salah satu KPI di Koridor Ekonomi Sumatera. 
 
Apabila kabupaten pelalawan sudah terpilih sebagai KPI maka kebijakan peningkatan dan perluasan pembangunan ekonomi seperti pembangunan kawasan tekhnopolitan, pembangunan kawasan wisata Bono, dan bahkan rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus di desa Sokoi akan masuk dalam sistem pembangunan MP3EI yang ditangani secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan mendorong masuknya investasi baik dari dalam maupun luar negri.
 
Konsep pembangunan Teknopolitan yang memadukan peningkatan nilai tambah produk kelapa sawit sebagai komoditas andalan daerah ini, didukung oleh pengembangan terus menerus riset dan inovasi serta pembangunan lembaga pendidikan tinggi sebagai penyediaaan tenaga Kerja terampil dengan kurikulum yang disesuaikan dengan industri yang ada, dalam satu kawasan merupakan metode pencapaian visi MP3EI yang baru.
 
Syukuran berdirinya ST2P di kawasan Teknopolitan
 
Fungsi Strategis Teknopolitan bagi Pembangunan Kabupaten Pelalawan
Bisa dibayangkan, dengan nilai investasi di Koridor Sumatera sebesar Rp500 Triliun, Kabupaten Pelalawan dengan Teknopolitan yang dimilikinya yang bakal menghasilkan inovasi-inovasi baru khususnya dalam industri hilir berbahan dasar Kelapa Sawit akan sangat diuntungkan.  
 
Dari Rp500 triliun itu, semisal Kabupaten Pelalawan menyumbangkan nilai investasi Rp100 triliun saja maka trickle down effect yang dihasilkannya akan membuat Kabupaten Pelalawan makin berjaya. 
 
Angka investasi Rp100 triliun tersebut bukan mustahil. Sebab, Badan Koordinator Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) mencatat hingga akhir tahun 2015 memasuki tahun 2016 lalu, jumlah Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) kabupaten Pelalawan mencapai Rp72 triliun.
 
Data nasional, investasi di sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 39,5 juta orang. Sementara sektor industri terutama manufaktur 15,4 juta orang. Hadirnya Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan diyakini bisa meminimalisir Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Riau yang cenderung terus mengalami peningkatkan.
 
Dengan hadirnya Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan maka ke depannya makin banyak jumlah tenaga kerja yang bisa diserap sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran di Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan sendiri. 
 
Bupati pantau pembangunan akses jalan ke kawasan Teknopolitan
 
Sebagai gambaran, untuk satu industri minyak goreng berbahan dasar CPO (crudes palm oils) mampu menyerap tenaga kerja 134 orang, industri margarin 75 orang,  industri surfaktan 100 orang dan industri biodiesel menyerap sekitar 100 orang tenaga kerja. 
 
Hampir 5 tahun Pemkab Pelalawan memulai perjuangan ini tanpa henti. Lobi-lobi pemerintah daerah ke pemerintah pusat telah membuahkan hasil. Ini dibuktikan masuknya Pelalawan Techno Park bersama 4 yang lain yaitu Bandung Techno Park (ITB), Puspitek, Pusinov LIPI, dan Agro Techno Park Batan ke dalam agenda pembangunan Nasional. Komitmen Pemerintah Pusat ini dituangkan dalam PERPRES no 45 tahun 2016 yang akan diimplementasikan tahun 2017 inii. 
 
Teknopolitan yang saat ini dalam Perpres disebut dengan Teknopark Pelalawan, di dalamnya terdapat tiga pilar utama yang saling mendukung  dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi daerah, regional dan nasional, yaitu Pertama, adanya lembaga pendidikan berupa Sekolah Tinggi Teknopolitan Pelalawan (ST2P) dan Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) yang akan mempersiapkan tenaga kerja terampil dan SDM SDM berdaya guna yang akan mengembangkan potensi daerah Pelalawan.
 
Kedua, adanya industri industri hilir yang akan memberikan nilai tambah produk daerahseperti pengolahan kelapa sawit sampai pada produk turunan paling hilir dan pengolahan limbah pabrik yang banyak terdapat di Pelalawan menjadi produk ekonomis, seperti sabun, farfum, dan industri pendukung lainnya. 
 
Dan ketiga, pusat lembaga riset yang akan mendorong inovasi dan penemuan-penemuan teknologi baru guna menunjang industri yang efisien dan berdaya saing tinggiyang akan diterapkan di industri industri hilir tersebut. 
 
Selain tiga pilar utama itu tentu dibutuhkan perkantoran, perumahan karyawan, fasilitas sosial dan lain sebagainya. Dan sebagai Teknopark terbesar di Indonesia, diperkirakan akan mencapai Rp 67 T anggaran baik dari APBN maupun dari  para investor Industri Hilir yang akan mengalir dan diinvestasikan di Pelalawan Teknopark tersebut. 
 
Dalam analisa kami, Pelalawan Teknopark ini akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, PDRB, penurunan angka pengangguran terbuka serta menurunkan angka kemiskinan dalam jumlah yang cukup besar.
 
Target disetujuinya Pelabuhan Sokoi Kuala Kampar sebagai pelabuhan internasional, sebagai jalur alternatif terbaik dari pilihan yang lain adalah menjadi perjuangan Pemerintah Daerah dan DPRD Pelalawan yang mesti diupayakan dan sama-sama kita doakan termasuk lewat upaya-upaya politik dan administrasi hukum seperti Peraturan Daerah terkait Teknopolitan ini.
 
 
Dan akhirnya diakui, Pemkab Pelalawan tidak cuma bermimpi bahwa Pelalawan siap menghadapi persaingan global dunia. Dengan telah dimulainya proses belajar mengajar ST2P, adalah sebuah pembuktian lain bahwa Bupati, Pemkab dan DPRD Pelalawan telah berkomitmen kuat, demi masa depan anak cucu negeri ini tantangan dan kesulitan apapun akan dihadapi.
 
Sebab perjuangan ini akan menjadi lembaran sejarah indah yang akan dibaca dan dinikmati anak cucu negri ini, sebab kata pepatah: Jangan pernah berputus asa jika menghadapi kesulitan, karena setiap tetes air hujan yang jernih berasal daripada awan yang gelap. (R09/Advertorial)
 
Bupati pantau pembangunan
Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita"Otonomi" Index »
Loading...
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99