Riausky

Riausky.com

Pantai Beting Beras di Kuala Merbau Jadi Tumpuan Wisata Saat Liburan

Pantai Beting Beras di Kuala Merbau Jadi Tumpuan Wisata Saat Liburan
 

SELATPANJANG(RIAUSKY.COM)- Dengan hamparan pasir yang halus yang terbentang di tepian pantai yang memiliki panjang lebih kurang 4 Km, Pantai Beting Beras di Desa Kuala Merbau Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi tumpuan para pengunjung saat liburan.

Pantai beting beras yang menjadi objek wisata tersebut merupakan pantai landai berpasir putih yang terletak tepat di depan Selat Malaka.

Pantai beting beras memiliki sejarah yang cukup menarik, Menurut cerita dan keterangan warga setempat, pantai beting beras terjadi akibat tumpahan beras dari periuk nasi yang sedang mendidih di atas tungku saat pertarungan antara dua orang panglima saat itu yaitu Panglima Ali Vs Panglima Abas di tepian pantai kuala Merbau tersebut.

Selain itu, Pantai ini juga di anggap salah satu tempat yang dikeramatkan oleh warga setempat hingga saat ini. Ini diakibatkan terus berkembangnya kabar di masyarakat setempat tentang asal usul terjadinya itu.

Sehingga, jika mengunjungi pantai ini, sifat dan prilaku tidak boleh sembarangan, yakni dengan tidak mengatakan atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma setempat.

Tokoh Muda Pulau Merbau Ricky kurniawan ketika ditemui, Selasa, 18 Oktober 2016 mengungkapkan bahwa saat ini para pengunjung pantai beting beras mulai ramai. "Ya kelihatannya para pengunjung pantai tersebut mulai ramai dari sebelumnya," ucapnya.

Ricky juga mengatakan bahwa kedepannya pantai beting beras tersebut akan terus dikembangkan. "Selanjutnya agar pantai ini bisa dikembangkan tentunya butuh dukungan dari semua puhak, baik dinas terkait maupun unsur masyarakat," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kuala Merbau Efendi Alwi, mengatakan bahwa Pantai yang mengamplikasikan keindahan alam itu menyimpan cerita sejarah zaman kesultanan kerajaan Merbau.

Selain itu, Kata Efendi, Pantai ini juga mempunyai kekayaan biota laut bergai jenis seafood yang tidak ditemui di pantai wisata daerah lain.

Menuru
tnya, Pantai ini sendiri diramaikan pengunjung dalam beberapa bulan belakangan, hal ini juga merupakan efek dari Pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Setiap akhir pekan, tercatat ribuan pengunjung datang kesini, hal ini tak lepas dari fokus pemerintah membuka ases wilayah ini dari terisolir. Semakin ramai pengunjung kesini, tentu menjadi efek ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, baik bagi para pedagang maupun yang menyediakan jasa parkir," terang Efendi.(R16)
 

Ikuti kami di