Riausky

Riausky.com

Jadi Pilot Project Smart City

Wah, Besok Pak Wali Bisa Pantau Warganya Hingga RT-RW

Wah, Besok Pak Wali Bisa Pantau Warganya Hingga RT-RW
Ilustrasi smart city 
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pemerintah Kota Pekanbaru, tahun 2016 akan menjadikan Kecamatan Rumbai sebagai pilot projek penerapan program "smart city" di Pekanbaru. "Saya  minta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menindaklanjuti ini segera," ungkap Wali Kota Pekanbaru, Firdaus beberapa waktu lalu.
   
Wako mengatakan, Pemerintah Kota Pekanbaru, serius menargetkan program "smart city" di Pekanbaru. Sehingga akan dimulai penerapannya tahun 2016.
  
"Memang belum bisa dilakukan menyeluruh akibat kesiapan dan ketersediaan sarana. Namun dengan dimulai dari satu Kecamatan Rumbai, Pekanbaru diharapkan bisa berubah," bebernya.
   
Menurut Firdaus, nanti Rumbai akan membangun sistem link terhadap semua data kependudukan, mulai dari tingkat RT/RW hingga ke Kecamatan.
"Lalu diteruskan ke kantor Walikota, sehingga jika saya ingin mengecek data apa saja tentang Kecamatan Rumbai semua bisa dilihat dari ruangan kantor," beber Firdaus.
    
Lebih lanjut Wako mengatakan pihaknya meminta Bappeda untuk merealisasikan hal ini. Karena tim penanggulangan kemiskinan ada di lembaga tersebut.
   
Diakui Wako, dipilihnya Rumbai sebagai pilot project, karena data sajian kependudukan yang dimiliki selama ini sudah lebih baik dari kecamatan lain.
   
Sementara itu Camat Rumbai, Zulhelmi Arifin, di tempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya sejak tahun 2014 sudah memberlakukan program pembuatan peta bidang persil tanah dengan Sistem Informasi Geografi (SIG). Yakni sebuah cara untuk mengimformasikan data tata ruang wilayah Rumbai dan merepresentasikan objek dibumi.
   
"Dalam SIG kami menggunakan teknologi informasi sebagai perangkat yang membantu dalam penyimpanan, memproses, menganalisa, mengelola data serta menyajikannya," terang Zulhelmi.
    
Ia menambahkan, tujuan pembuatan peta berbasis SIG, agar tanah memiliki kepastian letak, ukuran dan terdata baik dalam arsip fisik maupun digital.
   
"Serta bisa digunakan dan link kepada satker yang membutuhkan seperti BPN, Dispenda, Dinas Cipta Karya, Pertanian dan BPT-PM," pungkasnya.
    
Sebelumnya diberitakan Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Pekanbaru telah melakukan pemasangan jaringan kabel "fiber optik" sepanjang 180 km di seluruh sudut kota.
  
Selain itu pihaknya beserta investor sudah menyelesaikan pembangunan gedung server enam lantai di jalan Arifin Achmad.
   
"Tidak lama lagi gedung server yang merupakan penyimpan data terbesar di Sumatera ini akan kami launching," ujar Dirut PD Pembangun Pekanbaru, Heri Susanto, di Pekanbaru, singkat. (R01/i)

Ikuti kami di