Riausky

Riausky.com

Keren! 3 Mahasiswi Ini Sukses Ciptakan Papan Penyerap Polusi Pakai Lidah Mertua

Keren! 3 Mahasiswi Ini Sukses Ciptakan Papan Penyerap Polusi Pakai Lidah Mertua
Tiga mahasiswi Universitas Hasanuddin Ainun Ade Putri K, Miftahul Jannah, dan Bulkis berhasil menciptakan alat penyerap polusi. 
Loading...

RIAUSKY.COM - Tiga mahasiswi Universitas Hasanuddin berhasil menciptakan alat penyerap polusi. Mereka memanfaatkan lidah mertua.

Berawal dari keresahan mereka terkait munculnya sumber polusi baru. Selama ini polusi udara hanya diketahui berasal dari asap kendaraan, asap rokok, dan hasil pembakaran lainnya.

Ternyata perkembangan zaman juga membuat sumber polusi itu bertambah. Kini di luar negeri, sedang marak dilakukan penelitian mengenai polusi dalam ruangan. 

Sumbernya antara lain pemakaian mesin pendingin ruangan (AC), pengharum ruangan dan lantai, asap rokok, dan formaldehyde yang berasal dari mebel dan masih banyak lagi.

Loading...

Tiga mahasiswi Unhas, yakni Ainun Ade Putri K dan Miftahul Jannah dari Fakultas Kehutanan serta dan Bulkis dari Fakultas Farmasi berkolaborasi melakukan penelitian.

Hasilnya, lahir lah inovasi menciptakan papan penyerap polusi. Mereka dibantu dosen pembimbing, Dr Suhasman SHut, MSi. 

Penelitian mereka dibiayai Tanoto melalui program Tanoto Student Research Award (TSRA) 2018.

Papan penyerap polusi ini adalah papan partikel yang dikombinasikan dengan ekstrak lidah mertua. Tanaman lidah mertua adalah salah satu tanaman yang paling baik menyerap polusi.

Kelebihan dari papan ini adalah mampu menyerap polusi. Papan ini dibuat tanpa perekat sintesis atau alami sehingga tidak ada polusi yang dihasilkan langsung.

"Dari sisi bahan, tambahannya yaitu ekstrak lidah mertua juga pertama kalinya diaplikasikan di papan partikel. Biasanya ekstrak ini dijadikan pengharum ruangan atau tanamannya langsung yang diletakkan di dalam ruangan," urai Ainun seperti dilansir dari Rakyatku.com.

Papan ini dibuat dengan tiga tahap utama yaitu preparasi bahan baku serbuk kayu. Bahan ini dijamin kualitas dan keasliannga karena ditebang langsung saat ingin digunakan. 

Kedua adalah preparasi daun lidah mertua dan dijadikan ekstrak melalui metode maserasi. Selanjutnya tahap terakhir adalah pembuatan papan tanpa perekat menggunakan cara oksidasi dengan tambahan ektrak lidah mertua. 

"Saya berharap, penelitian ini akan menjadi inovasi utama dan optimal untuk masalah polusi ke depannya atau paling tidak menyadarkan seluruh pihak bahwa kita harus selalu membuat inovasi demi menjaga kelangsungan bumi," lanjut dia. (R03)

Loading...
Ikuti kami di
Loading...