Riausky

Riausky.com

Punya Kepiting, Udang, Kawasan Hutan Mangrove Pulau Cawan Bikin Bupati Wardan Takjub

Punya Kepiting, Udang, Kawasan Hutan Mangrove Pulau Cawan Bikin Bupati Wardan Takjub
Pohon bakau seperti ini tumbuh berjejer di tepian apntai Pulau Cawan, Kecamatan Mandah Indragiri Hilir.  

MANDAH (RIAUSKY.COM)- Sebagai daerah yang memiliki kawasan hutan bakau (mangrove), Pulau Cawan di Kecamatan Mandah dinilai memiliki potensi keindahan yang luar biasa. Belum lagi didukung kekayaan biota airnya seperti kepiting dan udang. Karena itulah, Bupati Indragiri Hilir mengusulkan untuk pengembangan kawasan ekowisata mangrove di pulau ini.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (inhil), HM. Wardan usai melantik Kades Terpilih se-Kecamatan Mandah, Sabtu (16/1/2016).

“ Saya pikir ini hutan mangrove yang terindah yang tumbuh secara alami. Hutan mangrove yang tumbuh secara alami ini tampaknya terpelihara oleh alam dengan baik. Kita juga, selaku manusia harus turut melestarikannya”, ujarnya.

Bupati juga mengatakan bahwa kawasan hutan mangrove di daerah ini harus dikembangkan, karena akan memberikan nilai ekonomis yang luar biasa. “Kalau hutan mangrove ini terus dikembangkan, saya pikir ini akan memberikan nilai ekonomis yang luar biasa. Contoh kecilnya saja, dimana kawasan ini dapat dijadikan kawasan ekowisata seperti rekreasi yang dapat dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Pertimbangannya, kata Wardan, kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri yang tumbuh secara alami. ''Nah, untuk itu kita terus melestarikan dan mempromosikan kawasan ini karena merupakan tanggungjawab kita,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Wiryadi, S.Sos, Msi yang juga hadir pada saat itu menjelaskan bahwa  dalam rangka pelestarian kawasan hutan mangrove di daerah ini, dia mengingatkan semua pihak harus terlebih dahulu menjaga keseimbangan ekosistem.

''Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempertahankan keanekaragaman hayati yang berada, seperti kepiting, udang dan berbagai spesies burung serta biota laut lainnya, agar ekosistem di daerah ini tetap seimbang”, jelasnya.

Lebih lanjut Wiryadi, S.Sos, Msi mengatakan bahwa dari total 79 spesies mangrove yang terdapat di Indonesia, sekitar 60 spesies itu berada di Kabupaten Inhil, khususnya di daerah Pulau Cawan, Pulau Kurau dan Pulau Terubuk.

Wiryadi, S.Sos, Msi juga mengatakan bahwa Pemerintah Daerah telah melakukan pengembangan infrastruktur yang diperuntukkan sebagai upaya mewujudkan daerah ini menjadi kawasan ekowisata.

''Upaya pengembangan telah kita lakukan untuk menjadikan kawasan hutan mangrove di daerah Pulau Cawan menjadi kawasan ekowisata. Pengembangan ini berupa pembangunan infrastruktur yang diperlukan agar nantinya para wisatawan dapat berkeliling di sungai-sungai kecil di area ini sambil menikmati keindahan hutan mangrove”, ungkapnya.

Selain itu, menurut Wiryadi, S.Sos, Msi, dari kawasan ini juga terdapat potensi ekonomi yang merupakan produk perikanan, seperti kepiting dan udang. Potensi ini tentunya, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tempatan dengan cara-cara penangkapan tradisional, seperti memancing atau menggunakan tangguk (jenis alat tangkap).

''Coba bayangkan, kalau setiap rumah tangga disekitar pulau ini bisa menangkap 0,5 hingga 2 Kilogram kepiting atau udang setiap harinya, ini akan memberikan pendapatan bagi mereka sekitar Rp35.000 sampai Rp90.000 per harinya, lumayan kan?. Dan hal ini sesuai dengan program Bupati, yang berkeinginan agar pengembangan daerah berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat tempatan”, tutupnya. (R17)

Ikuti kami di