Riausky

Riausky.com

Ditanya Presiden Jokowi Soal Kebakaran, Kapolres Ini Malah Jawab Masalah Pariwisata

Ditanya Presiden Jokowi Soal Kebakaran, Kapolres Ini Malah Jawab Masalah Pariwisata
Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden 

RIAUSKY.COM - Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan video conference dengan Kapolres Sabang AKBP Muhammadun ada kejadian lucu yang terjadi. 

Ceritanya, saat itu Jokowi menanyakan soal kebakaran hutan dan lahan, nah tak jelas sebabnya, Muhammadun malah menjawab terkait wisata.

Dikutip dari detikcom, Kamis (2/7/2020), dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden di akun YouTube, Presiden Jokowi awalnya menyapa enam kapolres di pulau terluar dalam momen peringatan Hari Bhayangkara, Rabu (1/7). 

Salah satu kapolres yang disapa Jokowi adalah AKBP Muhammadun.

"Saya ingin mungkin Kapolres Sabang di Polda Aceh. Aman semua?" tanya Jokowi.

Muhammadun pun menjawab dirinya sehat. 

Jokowi lalu bertanya soal musim di Sabang masih musim hujan atau sudah masuk musim kemarau.

"Siap, sudah masuk musim kemarau," jawab Muhammadun.

Selanjutnya, Jokowi kemudian menanyakan soal kebakaran hutan dan lahan di Sabang. Namun Muhammadun menjawab soal wisata yang masih sepi.

"Ada kebakaran di Sabang?" tanya Jokowi.

"Siap, untuk sementara wisata sudah dibuka ya, tapi masih agak sepi, Bapak Presiden. Demikian," jawab Muhammadun. 
Jokowi lalu berpesan kepada jajaran polda dan polres agar tidak melupakan urusan kebakaran, terlebih ketika sudah memasuki musim kemarau. 

Jokowi meminta polisi melakukan penegakan hukum secara tegas.

"Tolong dijaga ini kepada seluruh jajaran polda maupun polres, urusan kebakaran jangan dilupakan karena ini kita sudah masuk ke musim kemarau, terutama penegakan hukumnya. Lakukan secara tegas. Makasih, Kapolres," ujar Jokowi.

Muhammadun pun memberi penjelasan soal peristiwa itu. Dia mengaku tidak mendengar dengan jelas pernyataan Jokowi saat video conference karena ada gangguan teknis.

"Memang kami kemarin di Sabang saat dialog interaktif dengan Bapak Presiden hanya samar-samar terdengar suara Bapak Presiden di audio kami di Sabang saat menanyakan tentang karhutla," kata Muhammadun.

Menurutnya, aliran listrik di lokasi video conference sempat hidup-mati sebanyak tiga kali. Dia mengaku sudah sempat menggunakan genset agar aliran listrik stabil. 

Dia pun mengaku akan melakukan persiapan lebih baik jika ada kesempatan berdialog dengan Jokowi lagi.

"Semoga ke depan jika ada kesempatan yang sangat langka ini lagi, kami akan perbaiki dan bisa lebih baik lagi," ujarnya. (R01)

Sumber: Detik.com

loading...

Ikuti kami di