Riausky

Riausky.com

Sekda Minta Warga Kampar Tetap Pertahankan Lahan Pertanian

Sekda Minta Warga Kampar Tetap Pertahankan Lahan Pertanian
 

KUOK (RIAUSKY.COM) - Bagaimanapun situasi melemahnya ekonomi saat ini apalagi terkait Pandemi Covid-19, akan tetapi seluruh masyarakat pedesaan diharapkan untuk tetap mempertahankan lahan jangan terlalu cepat menjualnya.

Demikian ditegaskan Bupati Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri,M.Si saat melakukan Panen Padi dalam program Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok, Rabu (22/7/20).

"Sekali lagi, jangan lahan dijadikan rumah. Karena Provinsi Riau khususnya Kampar minus lebih kurang 600 ton per tahun beras. Untuk itu kepada masyarakt yang saat ini masih memiliki lahan persawahan diharapkan untuk kemali mebukanya. Yakinlah bahwa pemerintah akan terus berupaya memantu untuk pelaksanannya seperti halnya yang dilakukan di desa Empat Balai saat ini."

Dimana dengan program Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi yang ditanam pada tanggal 13 April 2020 dengan sistem Jajar Legowo pada kelompok Batang Piaman, dalam waktu lebih kurang tiga bulan sudah bisa panen. Selain waktu singkat pasti hasil panen juga lebih jauh yang seperti biasanya.

Sementara itu kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) provinsi Riau Dr Salwati, SP.M.Si yang sempat hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa melalui Pendampingan Pengembangan Kawasan Padi insyaallah hasil panen jauh lebih meningkat.

Dimana sistem kerja program ini menerapkan sistem Teknologo Jajar Legowo dengan jajak tanam 25x12,5 x50, dimana biasanya masyarakat melaksanakan dengan siatem 25x25. 

Selain itu dalam pendampingan dilakukan dengan Varietes Unghul Baru dan Benih Bermutu, kemudian dengan Aplikasi Pupuk Hayati, Umur bibit 18 setelah disemai, Aplikasi pupuk organik 1,5 ton/ha, Aplikasi biodekomposer, Sistem tanam jajar legowo, Aplikasi pupuk urea 200 kg/ha serta Pengendalian hama penyakit terpadu.

"Dengan sistem ini, biasanya masyarakat panen padi seluas 1 ha hanya panen lebih kurang 4,2 ton, akan tetapi  dengan sistem yang kita adopsi ini, insyaallah kedepan hasil panen bisa mencapai lebih kurang 6 sampai 7 ton/ha.” terang Salwati. (R10)

loading...

Ikuti kami di