Riausky

Riausky.com

HM Harris: Berdarah-Darah Perjuangan Pemekaran Pelalawan, Masyarakat Jangan Lupakan Sejarah 

HM Harris: Berdarah-Darah Perjuangan Pemekaran Pelalawan, Masyarakat Jangan Lupakan Sejarah 
HM Harris bersama warga saat Sosialisasi New Normal Bersama Pendidik dan Tenaga Pendidik di Teluk Dalam, Kamis (23 Juli 2020). 

KUALA KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Bupati Pelalawan HM Harris meminta masyarakatnya, untuk tidak melupakan sejarah perjuangan  pemekaran Kabupaten Pelalawan. Dimana sesaat itu, kata terisolir dari segala lini kehidupan. Hidup miskin, kesehatan, pendidikan, listrik, selalu menyelimuti warga. Dan menjadi menu utama perbincangan di level nasional diawal pemekaran.

Namun bagaimana sekarang, berkat perjuangan para tokoh tersebut, masyarakat telah menikmati hasilnya kendati suara sumbang tetap selalu ada.

Tumpahan curahan hati sang bupati ini disampaikan HM Harris sesaat memberikan kata sambutan Sosialisasi New Normal Bersama Pendidik dan Tenaga Pendidik di Teluk Dalam, Kamis (23 Juli 2020).

Lalu Ia menceritakan, perjuangan bersama masyarakat awal dipimpin Bupati Asmun Jaafar, lalu Rustam Effendi dan di lanjutkan saya.

"Dari rentetan program-program Kabupaten Pelalawan telah ditorehkan dan telah membawah perobahan yang signifikan. Namun sana sini masih ada kekurangan, dan kerintikan selalu ada, sampai menyerang orang-perorang. Kemudian pada tahun 2006 lalu Kabupaten Pelalawan masuk ketegori daerah miskin dan tertinggal. Keluarga miskin ini rata-rata betempat tinggal disepanjang bantaran sungai kampar," urai HM Harris.

Singkat cerita ulas HM Harris, saat dirinya dilantik sebagai bupati tahun 2012-2017 untuk priode pertama. Dirinya lansung tancap gas full. 

Mengusung 7 program strategis yakni, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Lancar, Pelalawan Inovatif, Pelalawan Sehat, Pelalawan Inovatif, Pelalawan Eksotik dan Pelalawan Terang.

"Allhamdulillah program ini betul-betul jitu. Masyarakat telah menikmatinya. Saat ini program ini telah diadopsi pemerintah pusat untuk diterapkan secara nasional," ujarnya.

Keberhasilan ini tambahnya, tak terlepas dari kekompakkan masyarakat dalam mendukung penuh program tersebut. 

"Guna mengenal jasa-jasa pejuang para tokoh pemekaran, masyarakat tidak melupakan sejarah," tutupnya. (R09)

loading...

Ikuti kami di