Riausky

Riausky.com

Di Usia Senja Hj.Ratna Mainar Harris Masih Berkarya, ''Sejarah Akan Mencatat Karya-karya Emas'' 

Di Usia Senja Hj.Ratna Mainar Harris Masih Berkarya, ''Sejarah Akan Mencatat Karya-karya Emas'' 
Hj Ratna Mainar foto bersama dengan salah seorang ibu saat menyuluh ibu-ibu di Kuala Kampar.  

KUALA KAMPAR (RIAUSKY.COM)-  Usianya  boleh tak muda lagi. Namun soal semangat juang tak kendor sedikit pun. Inilah yang ditunjukkan Hj.Ratna Mainar Harris.

Saat dua hari bertandang ke Kuala Kampar, kecamatan paling timur Pelalawan  pada 23-24 Juli 2020. Ia tak lelah mengkampanyekan tentang bahaya stunting bagi perkembangan anak dan belita. Ia bercita-cita dan bertekad anak-anak di Kabupaten Pelalawan bebas dari jerat stunting ini.

Reporter riausky.com  Aprianto yang ikut serta mengabadikan kegiatan beliau jauh di ujung  wilayah Pelalawan  itu pun dibuat kagum oleh motivasi  yang dimiliki oleh istri dari Bupati Pelalawan HM Harris  tersebut. Untuk itu, media mengabadikan perjuangan Hj Ratna Mainar Harris  melalui tulisan ini.

Walau sekilas dan kira dapat menggambarkan secuil kisah perjalanannya di kecamatan yang terkenal sebagai daerah lumbung beras untuk dikenal oleh anak -anak bangsa.

Hj Ratna Mainar Harrsi saat memberi sambutan.

Penjalanan yang Ia ditempuh amat lah jauh,  tak kurang dari 500 kilometer. Untuk kesana, anda harus menggunakan 3 mode transpotasi barulah sampai pada tujuan ( Desa Serapung, Desa Teluk, Desa Teluk Bakau, Desa Tanjung Sum, Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar,red).

Dari ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci,   harus menggunakan kendaraan roda empat, dilanjutkan kendaraan laut speedboat lantas menggunakan sepeda motor. (Lokasi ini tak bisa dilalui kendaraan roda empat, red) kondisi jalan yang dilalui tak lagi dapat digambarkan, tanah gambut dan lumpur pekat.

Lantas apa yang dia cari, sehingga rela menempuh perjalanan jauh serta  melelahkan. Padahal kalau ditelisik, kehidupan beliau dulunya amatlah sederhana seorang guru sekolah dasar.

Nasib telah membawa keperjalanan hidup yang se sukses sekarang ini. Tiga anaknya dari buah cita bersama HM Harris terpadang sukses, satu orang  pegusaha go internasional, dua orang  duduk sebagai anggota  legislatif (Adi Sukemi ST MM  Ketua DPRD Pelalawan dan Sawetri Anggota DPRD Provinsi Riau, red).

Ternyata yang ia cari, adalah bagaimana memberikan motivasi agar para kaum hawa agar dapat meningkatkan kesadaran hidup sehat. Terkhusus bagi ibu-ibu hamil, menyusui, serta anak-anak sebagai calon pemimpin bangsa dan pelanjut sejarah.

Hj.Ratna Mainar Harris sendiri masih menjabat sebagai Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Pelalawan kepada media ini menyampaikan tentang bahaya Stunting bagi anak. Stunting sendiri sambungnya adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak,red) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek  dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Lebih jauh dikatankan Bunda PUD Kabupaten Pelalawan, iika proporsi anak yang mengalami kurang gizi, gizi buruk, dan stunting besar dalam suatu negara, maka akan berdampak pula pada proporsi kualitas sumber daya manusia yang akan dihasilkan.

"Jadi bagaimana jika itu terjadi di daerah kita, dapat dibayangkan kualitas Sumber daya Manusia. Kita akan  terus dipimpin orang luar. Sebab kualitas Sumberdaya Manusia kita tidak bersaing. Dan saya tidak mau itu terjadi, maka diusia segini saya terus begerak, walau lelah, capek menghinggap, saya pantang menyerah, saya akan selalu siap guna mempersiapkan anak bangsa yang berkualitas, menimal menjadi pemimpin dinegeri sendiri," imbunya.

"Tentunya, usaha ini tidak akan berhasi, jika masyarakat tidak peduli. Untuk memompa adrenalin mereka, saya relah menempuh perjalan panjang dan melelahkan ini, agar mereka dapat berpikir, bahwa  orang tua rentah ini saja masih mampu berbuat, masa mereka yang masih muda tidak,"urainya lagi.

''Di kesempatan ini, saya mengajak sekaligus mengimbau kepada kaum ibu khususnya yang memiliki balita agar menjaga asupan gizi anak mereka. Selalulah membawa anak ke Posyandu, Puskesmas. Bukankah Pelayan disanakan gratis, tinggal lagi kesadaran kita yang perlu dipompa," ajak dia sembari .(R09)
 

loading...

Ikuti kami di