Riausky

Riausky.com

Istirahat di Mobil dengan AC dan Mesin Hidup, Tiga Mahasiswi Tewas Keracunan Monoksida, Satu Kritis

Istirahat di Mobil dengan AC dan Mesin Hidup, Tiga  Mahasiswi Tewas Keracunan Monoksida,  Satu  Kritis
Empat mahasiswi yang keracunan karbon monoksida: Sharifah Fariesha (21) duduk kiri, Ayuni Shazwanie (21) berdiri kiri, Nor Adilah Mohd Safwan (21) duduk kanan, dan Nor Aqilah Mohd Safwan berdiri kanan. /Sumber Foto: hrmetro/ tribunmedan 

"Dalam hati saya agak berdebar karena saya dimaklumkan keadaan dua anak saya ketika itu sudah tak sadarkan diri.

"Tidak lama kemudian saya dimaklumkan seorang rekan anak-anak sudah meninggal dunia dan berdoa semoga anak-anak saya dan seorang lagi rekannya selamat," katanya.

Mohd Safwan yang menetap di Taman Ria Mesra mengatakan anak sulungnya, Nor Adilah disahkan meninggal dunia manakala kembarnya kini dirawat di Unit Rawatan Rapi (ICU) Hospital Angkatan Tentera Tunku Mizan Zainal Abidin, Kuala Lumpur.

Menurutnya, pasangan kembar itu memang tidak pernah berpisah sejak kecil malah sering berdua-duaan apabila berlibur.

"Mereka juga belajar dalam jurusan farmasi peringkat Diploma di Kuala Lumpur dan selalu melancong ke Pulau Pinang apabila berlibur.

"Semalam, mereka minta izin nak pergi ke Pulau Jerejak untuk berlibur dengan dua rekan baik mereka namun tak sangka berakhir dengan tragedi," katanya.

Mohd Safwan mengatakan anak sulung dari tujuh beradik itu tidak menunjukkan perubahan sikap sebelum kejadian.

Katanya, mereka sekeluarga ikhlas dengan apa yang terjadi dan berharap anak keduanya cepat sembuh.

Dilansir dari Kompas.com, cukup banyak kejadian orang meninggal di dalam mobil ketika sedang tidur seperti itu.

Menurut Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center, apabila ada gas buang kendaraan bocor dan masuk ke area kabin dan terisap orang yang sedang tidur, itu bisa berbahaya sekali.

Marcell melanjutkan, meskipun hal itu dilakukan dengan kondisi kaca dibuka sedikit, bukan tidak mungkin kadar CO meningkat sedikit dan menurunkan kadar oksiden dalam darah yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan.

Beda kondisi dengan kondisi sedang mengemudi atau mobil berjalan tidak keracunan CO.

Hal tersebut karena dalam kondisi sadar bila temperatur berubah atau napas kurang nyaman, bisa melakukan tindakan seperti membuka jendela.

"Berbeda dengan saat kita sedang tidur, kita tidak sadar dengan perubahan yang ada," ucap Marcell.

Lantas, bagaimana jika kondisi mesin mati dan kaca jendela terbuka? Sekiranya aman, kata Marcell, jika posisinya di dalam parkiran basement, tetap bahaya karena terkadang sirkulasi udara di dalam ruangan itu kurang baik sehingga kadar CO ikut tinggi.

"Belum lagi risiko kerampokan menjadi tinggi karena tidur terus posisi kaca jendela terbuka," kata dia.

Untuk itu, tetap cari tempat yang dirasa benar-benar aman bila Anda memang sudah tidak bisa lagi menahan kantuk.

Misalnya, bila berada di rest area, cari lokasi yang berdekatan dengan pos penjagaan.

Buka sedikit kaca jendela, dan matikan mesin kendaraan.

Pastikan semua barang berharga seperti dompet, tas, atau ponsel tersimpan rapi di tempat yang tidak terlihat dari luar.(R05)

 

Sumber Berita: tribunmedan.com


 

loading...

Ikuti kami di