Riausky

Riausky.com

Pasokan Bensin Di SPBU Dikurangi, Harga Eceran Bensin Melambung di Telukkuantan, Ini Kata Diskopdagrin

Pasokan Bensin Di SPBU Dikurangi, Harga Eceran Bensin Melambung di Telukkuantan, Ini Kata Diskopdagrin
Pengisian bahan bakar jenis premium di SPBU. 

TELUKKUANTAN (RIAUSKY.COM)- Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium atau bensin akhir-akhir ini semakin sulit didapatkan oleh masyarakat di Kota Telukkuantan. 

Situasi tersebut menyebabkan hampir setiap saat terjadi antrean panjang kendaraan yang mencari kebutuhan premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Tak jarang juga, warga yang hendak mengisi bahan bakar jenis premium di SPBU hanya menemukan tulisan "Maaf Bensin/Premium Habis".

Sementara di tingkat pengecer, harga premium atau bensin ini juga sangat tinggi. 

"Disini rata-rata harga bensin sembilan ribu sekitar harga ini berat juga untuk ukuran kantong saat ini," hal ini di ungkapkan icon warga Kopah, Senin (8/12) malam.

"Ada yang sepuluh ribu se liter. Berat juga harga sepuluh ribu saat kondisi ekonomi jatuh sekarang. Apa tidak ada upaya pemerintah mengatasinya. Itu supaya SPBU tetap menyisakan bensin pada siang hari untuk pengendara, karena BBM kebutuhan mutlak bagi warga," ungkap dia.

Daripanytauan riausky.com, kondisi ini salah satunya akibat lemahnya pengawasan dan penindakan pemerintah dan instansi terkait dengan kondisi jual beli bensin di SPBU dan harga di lapangan.

Sebab penjualan bensin di SPBU biasanya malam hari dan konsumen kendaraan pun harus berebut dengan para pedagang jerigen sehingga membuat situasi yang tidak nyaman bagi pengendara. Karena harus antri dan di sisi lain, motor sudah penuh orang dan jerigen.

Begitu juga pada pagi harinya, kadang bensin yang dijual sisa penjualan malam hari juga harus berebut dengan pedagang jerigen dan antri.

Namun tidak nampak tindakan dari pemerintah dan instansi terkait untuk mengantisipasinya. Sehingga pengendara kadang hanya terpaksa urut dada karena kesal.

Menanggapi hal itu, Kadis Kopdagrin Drs Azhar mengatakan memang ada pengurangan pasokan untuk bensin untuk SPBU. Biasanya setiap SPBU setiap harinya mendapatkan 16 ton dikurangi menjadi 8 ton.

"Jadi yang langka itu bensin bukan BBM. Bahkan di dearah Jawa, penggunaan bensin memang dikurangi," katanya.(r)

loading...

Ikuti kami di