Riausky

Riausky.com

10 Tanda Ekonomi Indonesia Pulih dan Tumbuh 7,1 Persen pada Kuartal II, Ini Kata Menteri Sri Mulyani

10 Tanda Ekonomi Indonesia Pulih dan Tumbuh 7,1 Persen pada Kuartal II, Ini Kata Menteri Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ada 10 tanda ekonomi Indonesia mulai pulih dari tekanan pandemi virus corona atau covid-19.

Tanda pertama berasal dari indeks keyakinan masyarakat yang meningkat ke kisaran 101,5. Keyakinan masyarakat, kata Ani, sudah kembali ke level optimis dan jauh melampaui masa awal pandemi.

Kedua, aktivitas masyarakat yang meningkat pada Maret, April, dan Mei 2021.

"Ada peningkatan mobilitas sampai 14 Mei, ini tentu dengan catatan covid-19 bisa kita kendalikan," ucapnya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2021, Selasa (25/5). .

Ketiga, indeks penjualan ritel mencapai kisaran 188 per Maret lalu naik lagi menjadi 209 pada April 2021.

Keempat, penjualan mobil ritel tumbuh 227,6 persen secara tahunan dan tumbuh 2,5 persen secara bulanan.

"Ini mengindikasikan perbaikan tingkat konsumsi kelas menengah," ungkapnya.

Kelima, belanja negara yang sudah mencapai Rp723 triliun pada April 2021. Realisasinya tumbuh 15,9 persen secara tahunan.

Hal ini terjadi karena APBN terus menstimulus ekonomi masyarakat. Misalnya untuk  pemberian bantuan sosial (bansos), subsidi, hingga vaksin covid-19 gratis.

Keenam, konsumsi listrik industri dan bisnis naik masing-masing 15,9 persen dan 20,3 persen secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan peningkatan aktivitas produksi sejalan dengan munculnya permintaan.

Ketujuh, konsumsi semen melonjak 8,6 persen secara tahunan pada April 2021.

"Ini melanjutkan tren positif pertumbuhan sejak Maret," imbuhnya.

Kedelapan, PMI manufaktur Indonesia mencapai level 54,6. Realisasinya mencetak rekor tertinggi sejak 2011.

Kesembilan, ekspor tumbuh 51,9 persen secara tahunan dan 25 persen secara tahun berjalan dari Januari-April 2021. Peningkatan ekspor tidak hanya di migas, tapi juga nonmigas.

Kesepuluh, impor bahan baku melonjak 33,2 persen. Sementara impor barang modal naik 11,6 persen pada April 2021.

"Impor untuk pemenuhan kebutuhan ekspansi produksi dalam negeri," pungkasnya.

Atas berbagai tanda ini, Ani pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai kisaran 7,1 persen sampai 8,3 persen pada kuartal II 2021. 

Namun untuk keseluruhan tahun tetap di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.

"Pemulihan ekonomi sedang terjadi jadi kita harus menjaganya," ujar Ani.(R03)

Sumber Berita: cnnindonesia.com

Ikuti kami di