Riausky

Riausky.com

Blok Rokan Mau Diambil Alih Pertamina, Bagaimana Persiapannya?

Blok Rokan Mau Diambil Alih Pertamina, Bagaimana Persiapannya?
 

JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Persiapan alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada Agustus 2021 terus berlangsung. Terkait alih kelola tersebut, saat ini tengah berlangsung pemeriksaan administrasi dan fisik barang milik negara (BMN).

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain (PNKL), Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lukman Efendi mengatakan, pemeriksaan fisik tanah untuk Blok Rokan saat ini baru 10%. Pemeriksaan fisik ini terhambat karena pandemi COVID-19.

"10% ini maksudnya 10% dari total tanah itu luasnya sekitar 64 ribu ha perkiraannya tapi ini sedang berlangsung, berjalan terus. Yang menjadi BMN-nya 10% itu yang sudah kita lakukan cek fisik, seharusnya sudah kita lakukan semua, tapi kan pandemi," katanya dalam konferensi pers, Jumat (28/5/2021).

"Pandemi ini 2020 Februari kita sudah masuk pandemi, kalau masuk ke sana harus swab, harus karantina dan sebagainya, tapi sedang berlangsung. Kita yang penting bagi kita cek fisik dan administrasi, yang berjalan adminitrasi, dokumen-dokumennya kita cek terus. Nanti cek fisik itu bisa sekalian," sambungnya.

Sementara, pemeriksaan harta benda modal telah 83%. Seharusnya, pemeriksaan harta benda modal ini bisa rampung bulan ini.

"Kita harapkan akhir bulan ini harusnya sudah selesai. Kita belum dapat laporan," katanya.

Harta benda inventaris pemeriksaannya telah mencapai 60%. Kemudian, pemeriksaan material persediaan sudah 100%. Dia berharap, pemeriksaan ini sudah rampung Agustus 2021.

"Kita berharap 8 Agustus itu ini bisa clear dari kitanya," ujarnya,

Adapun BMN Blok Rokan ini bernilai Rp 97,78 triliun. Nilai tersebut sebesar 20% dari total nilai BMN kontraktor kontra kerja sama (KKKS) nasional senilai Rp 497,62 triliun berdasarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tahun 2019. (R02)
Sumber Berita : detik.com

Ikuti kami di