Riausky

Riausky.com

SEPAKAT Yang Ini Harus Mampu Jadi Solusi Penanganan Kemiskinan di Siak

SEPAKAT Yang Ini Harus Mampu Jadi Solusi Penanganan Kemiskinan di Siak
Wakil Bupati Siak Husni Merza bersama jajaran Bappeda Siak dan konsultan pengelola aplikasi SEPAKAT. 

SIAK (RIAUSKY.COM)- Pemkab Siak bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyediakan satu aplikasi baru untuk mengatasi permasalahan kemiskinan.

Aplikasi tersebut diberi nama SEPAKAT (Sistem Perencanaan Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi dan Analisis Kemiskinan Terpadu).

Sebagai proses awal pengenalannya, dilaksanakan pelatihan pengelolaan aplikasi di Siak yang dibuka oleh Wakil Bupati Siak, Husni Merza, Senin (8/8/2022).

Wabup Siak Husni Merza dalam penjelasannya mengatakan, aplikasi SEPAKAT diharapkan dapat membantu daerah secara sistematis. 

Khususnya dalam menyempurnakan basis data dan analisa kemiskinan untuk proses perencanaan dan penganggaran, penguatan proses monitoring.

Evaluasi yang terukur melalui peningkatan aparatur serta peran kelembagaan dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial daerah.

“Maka harapan kami dengan aplikasi SEPAKAT ini betul-betul bisa menjawab, menganalisa, mendiagnosis problematika kemiskinan di Kabupaten Siak. Lantas apa program-program itu bisa kita laksanakan, untuk mengintervensi supaya keluarga miskin ini, bisa segera meninggalkan garis kemiskinan”, sebut Husni Merza

Lebih lanjut, Wabup Husni meminta para peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, serta mengharapkan peserta untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan ini. Karena pada tahun 2024 mendatang, 100% daerah menggunakan aplikasi ini.

“Saya berpesan kepada para peserta, untuk Bappeda khususnya dan Dinas terkait lainnya, supaya aplikasi ini betul-betul dipahami dengan baik dan bisa kita aplikasikan dengan sungguh-sungguh”, ujar Husni.

Tim pengembangan aplikasi SEPAKAT Widaryatmo mengungkapkan, aplikasi SEPAKAT merupakan sebuah sistem yang dikembangkan oleh kementrian Bappenas. Dengan memiliki modul analisis, untuk mengetahui penyebab dan penanganan kemiskinan.

“Mengapa modul analisis menjadi penting, karena ini menjadi dasar bagaimana bapak-ibu semua bisa mengenali profil karakteristik kemiskinan. Dan penyebab-penyebab dari kemiskinan yang terjadi di wilayah bapak-ibu semua” ungkap Widaryatmo.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 orang peserta, yang terdiri dari beberapa OPD di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Siak. Berlangsung selama 2 hari, yakni 8-9 Agustus 2022.(R08)

Ikuti kami di