Riausky

Riausky.com

Anggotanya Demo di Depan Kantor Bupati, Ketua F.SPTI - K.SPSI Diduga Tinggalkan Rohil

Anggotanya Demo di Depan Kantor Bupati, Ketua F.SPTI - K.SPSI  Diduga Tinggalkan Rohil
Wakil Bupati saat bertemu dengan para aksi demo 

ROKAN HILIR (RIAUSKY.COM) - Ratusan anggota kepengurusan Serikat Pekerja Transpor Indonesia (SPTI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan aksi demo di depan kantor Bupati, Rabu (31/8/2).

Demo ratusan masa buruh dari SPTI yang diduga kubu Haji Fuad tersebut menuntut kepada Bupati Rohil supaya mencabut surat pemberitahuan bupati bernomor 560/DTK/2022/157.

Namun saat anggota buruh Kabupaten Rohil melakukan aksi demo di depan kantor Bupati Rohil. Ketua SPTI yang dipimpin oleh Haji Fuad tidak terlihat di tengah- tengah para pendemo. Kuat dugaan Haji Fuad meninggalkan Kabupaten Rohil, saat para anggota melakukan aksi demo.

An (37) salah satu anggota SPTI kubu Haji Fuad yang ikut demo mengatakan, menyesal saya ikut dalam aksi ini. "Kami ini hanya di jadi umpan oleh ketua, sementara dia tidak ikut dalam aksi demo. Seolah olah dia tidak bertanggungjawab terhadap anggota nya. Seharusnya, dia harus berada di tengah tengah aksi. Jangan mau enak nya saja. Sudah jam 15.30 wib, kami belum makan,"ungkap An dengan wajah kesal.

Sementara itu Bupati Rohil Afrizal Sintong SIp saat dikonfirmasi mengatakan bahwa di daerah seribu kubah ada dua kubu pimpinan F.SPTI - K.SPSI. Tepatnya pada Selasa (23/8/22) kemarin, terjadi bentrok antara DPC FSPTI-KSPSI kubu H. Fuad dibawah DPP kubu Surya Batubara dan kubu Hijrah dibawah naungan DPP CP Nainggolan.

Akibat bentrok tersebut, kedua belah kubu mengalami luka luka dan di larikan ke rumah sakit. 

Nah, untuk menghindari terjadi bentrok fisik lagi kedua kubu. Dilakukan lah mediasi di Mapolres Rohil. Pada saat dilakukan media yang dihadir oleh pimpinan ketua SPTI masing masing kubu. Saya meminta kepada belah kubu untuk melakukan bergiliran pekerjaan bongkar muat supaya tidak ada lagi terjadi bentrok. Tapi kubu yang di pimpin haji Fuad bersikeras pada pendirian nya dan tidak mau bekerja sama untuk digilirkan pekerjaan bongkar muat.

"Untuk menghindari terjadi korban berjatuhan, maka saya beku kan kepengurusan dua kubu SPTI yang ada di Rohil. Menjelang ada keputusan dari pengadilan nanti nya. Terkait masalah buruh di lapangan silakan bekerja, tetapi tidak ada mengatasnamakan SPTI lagi. Tapi atas nama masyarakat, bekerja sama lah dengan perusahan, camat dan lurah setempat.(R15)

Ikuti kami di