Kisah Pilu Istri soal Bos Tekstil Bandung Diduga Tewas Dimutilasi di Malaysia, Katanya Perginya Sendiri...

Senin,11 Februari 2019 | 16:41:10 WIB

Kisah Pilu Istri soal Bos Tekstil Bandung Diduga Tewas Dimutilasi di Malaysia, Katanya Perginya Sendiri...
Ket Foto : Meli Rahmawati memegang fotonya bersama suaminya Ujang Nuryanto yang ditemukan tewas di mutilasi di Malaysia.

BANDUNG (RIAUSKY.COM)- Ucapan selamat ulang tahun menjadi kata-kata terakhir yang diucapkan Meli Rahmawati (33), kepada suaminya Ujang Nuryanto (37) yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia.

Ucapan selamat ulang tahun dikatakan Meli saat suaminya berulang tahun ke 37 tahun, Sabtu (19/1) lalu melalui sambungan telepon.

"Tanggal 19, ulang tahun ke 37," kata Meli, saat dutemui di rumahnya di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019).

Meli, memanggil suami tercintanya dengan sapaan karib Aa. "Aa selamat ulang tahun," ucapan itulah yang dikatakan Meli kepada suaminya.

Menurutnya suaminya tidak sadar kalau Tanggal 19 Januari itu merupakan hari kelahirannya dan Nuryanto berkata lupa kepada Meli. "Oh iya Aa ulang tahun sekarang, enggak tahu, malah lupa," ujar Meli menirukan ucapan suaminya.

Meli masih sempat berkomunikasi dengan Nuryanto dua hari setelah itu. "Terakhir kontak, Mi masih punya uang, kalau abis sama Aa mau tranfer. Enggak masih ada jawab saya," cerita Meli.

Namun tiba-tiba pada tanggal 22 Januari, suaminya tak bisa dihubungi. Menurutnya hal itu di luar kebiasaan suaminya. Bahkan biasanya misal telepon genggamnya habis batere, Nuryanto pasti memberikan kabar menggunakan nomor oranglain.

Meli mengaku sama sekali tidak ada firasat kehilangan suaminya, apalagi menduga dia menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Tapi, kata dia, salah satu karyawan sempat bermimpi suaminya menjadi korban penganiayaan di Malaysia.

"(Tapi) ada muncul ke mimpi karyawannya. Tapi ke saya tidak ada, bahkan tidak ada firasat apapun," pungkasnya.

Nuryanto berangkat tanggal 17 Januari ke Malaysia, tujuannya bisnis. Rencananya dia akan berada disana sampai tanggal 23 Januari.

Tiba di Malaysia, Nuryanto menghubungi Meli melalui sambungan telepon. "Sabtu, tanggal 19 nelepon. Senin, tanggal 21 nelepon juga. Senin malamnya, masih di tanggal 21 Januari nelepon lagi. Hilang kontak tanggal 22 Januari," tutur Meli yang sudah berumah tangga bersama Nuryanto sejak 17 tahun lalu.

Sambil menunjukkan fotonya bersama Nuryanto semasa muda, Meli mulai gelisah dan cemas lantaran sang suami tiba-tiba tak memberi kabar. Padahal pada 23 Januari 2019, Nuryanto seharusnya kembali ke Indonesia.

"Saya suruh anak yang besar WA ke ayahnya, suruh telepon balik tapi enggak aktif katanya. Saya kira udah tidur atau handphone-nya habis batre. Rabu 23 Januari, sama anak yang besar di WA lagi untuk menanyakan, jadi enggak pulang hari Rabu," ujar ibu tiga anak ini.

"Hari Kamis, tanggal 24 Januari belum aktif handphone-nya, sampai sekarang belum aktifnya," Meli menambahkan.

Baca juga: Pastikan Korban Mutilasi di Malaysia, Keluarga Bos Tekstil Tes DNA

Selama putus komunikasi dengan suami, ia bersama anak-anaknya berharap Nuryanto segera pulang. Doa untuk keselamatan suaminya terus Meli panjatkan.

Pada Kamis 31 Januari 2019, Meli dikejutkan dengan kabar dari adik Nuryanto soal berita penemuan mayat di Malaysia. "Itu (mayat) diperkirakan Aa," ujar Meli sambil mengusap air mata menggunakan jilbab hitam yang dipakainya.

"Sabtu 1 Febuari pengacaranya terbang ke Malaysia. Lalu Senin 3 Febuari adik Aa bernama Pupu berangkat ke Malaysia untuk tes DNA. Jumat kemarin, tanggal 8 Febuari pulang lagi ke Indonesia," tuturnya.

Menurut kabar adik Nuryanto, kata Meli, belum dapat dipastikan mayat yang dimutilasi itu sosok Nuryanto. Sebab guna memastikannya perlu tes DNA yang hasilnya perlu waktu cukup panjang. 

"Adiknya tes DNA ke Malaysia, tapi belum tahu pasti (mayat itu) Aa atau bukan. Katanya hasil DNA belum keluar, dua minggu paling lambat dan satu bulan paling lama," ucap Meli.

Pada Sabtu 26 Januari 2019, pihak kepolisian Malaysia mengumumkan temuan mayat lelaki dan wanita tanpa identitas di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Mayat itu diduga Nuryanto dan Ai Munawaroh (30). 

Ai ini dikabarkan teman wanita yang diajak Nuryanto ke Malaysia. Namun Meli mengaku tidak kenal wanita tersebut. 

"Ai Munawaroh tidak tahu, Aa terakhir bilangnya berangkat sendiri," ujar Meli.(R04/detik)