Tewas Dibunuh, Fitri Ternyata akan Berulang Tahun ke-25 dan Berencana Nikah Tahun Ini

Senin,11 Februari 2019 | 18:33:08 WIB

Tewas Dibunuh, Fitri Ternyata akan Berulang Tahun ke-25 dan Berencana Nikah Tahun Ini
Ket Foto : Fitri diduga menjadi korban pembunuhan di Bengkong, Batam, Senin (11/2/2019)

RIAUSKY.COM - Fakta baru pembunuhan di Bengkong Batam yakni Fitri Suryanti (25) batal melangsungkan pernikahan karena menjadi korban pembunuhan di rumahnya, Bengkong Laut, Batam, Senin (11/2/2019).

Saat ditemukan, Fitri Suryanti mengalami luka tusukan ,tangan terikat  serta telungkup di kamar.

Polisi  melakukan olah tempat Kejadian perkara (TKP) di rumah Fitri Suryanti.

Kesehariannya, Fitri merupakan pemilik Pangkalan Gas LPG.

Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Hernowo Yulianto dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki terlihat mendatangi lokasi pembunugan tersebut.

Sejauh ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini. Beberapa orang kerabat korban dimintai keterangan termasuk ayah, kakak dan adik korban.

Kakak Korban mengatakan, Memang selama ini Fitri tinggal disana bersama orang tua lelakinya. Sementara adiknya yang masih SMP saat kejadian tidak ada dirumah.

"Mungkin dia tadi lagi sendiri. Karena rumah ini sering ditinggal. Adik saya yang SMP itu pulang sekolah kemudian les," sebut kakak korban seperti dilansir Tribunbatam.id.

Belum bisa dipastikan siapa pelaku pembunuhan sadis ini. Yang jelas, saat dilakukan pemeriksaan diketahui kalau pelaku sempat merusak CCTV yang ada di lokasi.

Kesedihan sang kakak terlihat jelas di wajahnya. Bahkan ia bercerita kalau Fitri sebentar lagi akan merayakan ulang tahun yang ke 25 tahun.

Fitri juga akan melangsungkan pernikahanya. "Waktunya memang belum ditentukan. Cuma masih mempersiapkan saja. Dia mau menikah dalam waktu dekat," sebut kakak korban lagi.

Fitri ditemukan tewas dengan luka di rumahnya, Bengkong Laut Blok F, Batam, Senin (11/2/2019) siang ini. 

Informasi yang dihimpun, korban juga diikat di kamar .

Seorang tetangga korban mengatakan kalau korban ditemukan dalam kondiri telungkup dan diikat tangannya. Kerabat korban yang masih kenakan SMP terus menangis. 

Saat ditemukan oleh polisi, kondisi korban sudah bersimbah darah. Tanganya diikat. "Tangannya di ikat dan kondisinya bersimbah darah," ujar salah satu kerabat korban.

Namun sejauh ini, petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi melarang masyarakat masuk kedalam, namun terlihat masyarakat memantau dari luar pagar. (R01)