Himperra Perkirakan Harga Rumah MBR di Riau Naik 7,69 Persen 

Kamis,21 Februari 2019 | 08:56:14 WIB

Himperra Perkirakan Harga Rumah MBR di Riau Naik 7,69 Persen 
Ket Foto : Ilustrasi

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Riau, memperkirakan harga rumah subsidi yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) meningkat hingga 7,68% hingga akhir 2019 mendatang. Hal ini seiring dengan usulannya kepada pihak Kementrian PUPR.

"Rencananya untuk Riau harga rumah MBR meningkat 7,69%. Artinya harga unit sekitar Rp140 jutaan," ujar Ketua Himperra DPD Riau, Yulekson seperti dilansir Gatra.com, Selasa (19/02).

Meski begitu menurut Yulekson, pihaknya belum bisa memastikan kenaikan tersebut. Sebab, besaran harga tersebut masih dalam usulan dan belum ditetapkan oleh Kementrian PUPR.

Usulan ini sendiri juga berkaitan dengan biaya material bangunan yang mengalami kenaikan. Untuk diketahui harga rumah subsisdi di Riau saat ini masih sekitar Rp130 jutaan. 

"Sebetulnya, masyarakat saat ini juga terbantu dengan program pemerintah yang hadirkan subsidi sebesar Rp4 juta dalam bentuk potongan uang muka. Jika uang muka 5% dari harga yang ditentukan, maka masyarakat hanya cukup membayar Rp2,5 jutaan saja," paparnya.

Sementara, sepanjang 2019 Himperra Riau menargetkan 11.000 unit rumah bersubsidi terbangun di Riau. Yulekson mengaku optimis target ini bisa dicapai, melihat ada sekitar 90% dari total 108 pengembang yang tergabung di Himperra Riau, fokus dalam pembangunan rumah subsidi.

"Untuk wilayah yang kita lihat masih sangat potensial yaitu di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Namun, daerah Kabupaten Pelalawan, Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir, Rokan Hilir dan Meranti juga cukup bagus peminatnya. Memang pembangunan merata di seluruh kabupaten dan kota yang ada di RIAU," bebernya.

Sementara meski sudah memasuki pertengahan bulan kedua, pihaknya belum dapat merinci berapa jumlah perumahan yang telah terealisasi. "Biasanya 4 bulan pertama baru bisa informasikan. Kalau sekarang belum kita rinci satu persatu," terangnya.

Diinformasikan, pada 2018 tercatat sekitar 6000 rumah terealisasi dari target yang mencapai 8.750 unit. (R05)