Ketua PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK, Jokowi Dipastikan Tak Beri Perlindungan, Ada Apa?

Jumat,15 Maret 2019 | 15:11:08 WIB

Ketua PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK,  Jokowi Dipastikan Tak Beri Perlindungan, Ada Apa?
Ket Foto : Rian Ernest

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim terkejut atas kabar operasi tangkap tangan terhadap Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuzy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski terkejut, PSI tetap mendesak KPK mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan pria yang karib disapa Romi itu.

"Kami terkejut atas pemberitaan OTT Mas Romi. PSI menganggap ini kasus hukum dan meminta KPK untuk bekerja secara profesional menangani kasus ini secara tuntas," ujar Juru bicara PSI Rian Ernest dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019).

Terkait dengan OTT Romi, Rian menilai hal itu menunjukkan bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan baik. Ia menilai penindakan terhadap Romi juga membuktikan tudingan KPK 'tebang-pilih' tidak benar.

Ia juga berkata penangkapan Romi membuktikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak memberi perlindungan kepada siapapun ketika bermasalah dengan hukum.

"Tidak ada perlindungan hukum yang dilakukan yang dilakukan Pak Jokowi kepada siapa pun yang bermasalah secara hukum," ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mengklaim OTT terhadap Romi membenarkan pidato Ketum PSI Grace Natalie yang menilai komitmen pemberantasan korupsi di tubuh partai sangat lemah.

"Kasus ini juga menunjukkan pidato Ketum PSI Grace Natalie benar," ujar Rian.

Sebelumnya, sumber CNNIndonesia.com di lembaga penegak hukum membenarkan salah satu pihak yang diamankan dalam OTT di Sidoarjo, Jawa Timur itu adalah Ketum PPP, Romahurmuziy alias Romi.

"Dari sumber A1. Kejadiannya jam 09.00 di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo. Yang ditangkap Romi," kata sumber tersebut ketika dihubungi lewat telepon hari ini.

Belum diketahui pasti terkait apa OTT terhadap Romi dan pihak lainnya. Termasuk berapa orang yang diamankan.

Sementara Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan soal operasi senyap tersebut. Namun dia tak membeberkan identitas para pihak yang diamankan dalam OTT dimaksud. Dia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu keterangan resmi dari KPK.

"Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam/besok pagi," ujar Agus kepada CNNIndonesia.com.(R04/cnnindonesia)