Sadis, Siswa SMA Tewas Diduga Akibat Kepalanya Dipukul Oknum Guru Pakai Gayung 

Jumat,22 Maret 2019 | 08:32:42 WIB

Sadis, Siswa SMA Tewas Diduga Akibat Kepalanya Dipukul Oknum Guru Pakai Gayung 
Ket Foto : Kuasa hukum korban Wiwik Hawiyah Karim SH saat di Polres Sumenep (Foto. Istimewa)

RIAUSKY.COM - Berinisial ADR (17) siswa salah satu SMA di wilayah Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meninggal dunia di Rumah Sakit Pamekasan.

Siswa 11 A itu diduga meninggal dunia akibat dipukul oknum guru agama di sekolahnya dengan menggunakan gayung. Pukulan itu tepat pada bagian kepalanya.

Kasus dugaan pemukulan tersebut dilaporkan pada Polres Sumenep oleh ibunda korban, Restiani didampingi kuasa hukumnya, Wiwik Hawiyah Karim SH, Selasa,(19/03/2019).

Kabar yang diterima ibu korban Restiani, dugaan pemukulan itu berawal saat pelajaran berlangsung. Kala itu, korban tidak mengerjakan tugasnya dan sempat tertidur dalam kelas.

Oknum guru marah hingga memukul korban dengan menggunakan gayung. Korban mengalami pusing dan kejang-kejang dan sempat dilarikan ke Puskesmas Lenteng, Sumenep.

“Di Puskesmas tidak sanggup dan dirujuk ke Rumah Sakit Sumenep,” kata Restiani usai melapor di Polres Sumenep seperti dikutip dari PortalMadura.Com.

Pihak RSUD dr Moh. Anwar Sumenep juga menyarankan segera dirujuk ke RSUD Pamekasan. 

“Dokter di Pamekasan bilang kalau anak saya mengalami pembekuan darah akibat benturan benda keras di bagian kepala. Itu hasil Rontgen,” jelasnya.

Pihak tenaga medis RSUD Pamekasan juga menyarankan agar korban dirujuk ke Rumah Sakit di Surabaya. Namun, sebelum dirujuk korban meninggal dunia, Senin (18/3/2019).

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri berjanji akan mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Memang benar sudah ada laporan. Sebagai tindak lanjut, kami akan membentuk tim untuk mengusut kasus ini,” katanya.

Kuasa hukum korban Wiwik Hawiyah Karim SH meminta pihak penyidik mengungkap kasus yang sebenarnya dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ini kasus kekerasan pada anak hingga meninggal dunia,” tandasnya. (R03)