Mendukung Petani Sawit Berkelanjutan

Asian Agri Bagikan Premi Penjualan Minyak Sawit Bersertifikasi 

Jumat,22 Maret 2019 | 08:51:40 WIB

Asian Agri Bagikan Premi Penjualan Minyak Sawit Bersertifikasi 
Ket Foto : Gubernur Riau Syamsuar memberi sambutan saat pembagian secara simbolis premi hasil penjualan minyak sawit bersertifikasi untuk petani di Riau dan Jambi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)-  PT. Asian Agri membagikan  premi hasil penjualan minyak sawit bersertifikasi senilai Rp 4,3 miliar kepada para petani sawit yang menjadi  mitra usahanya.

Langkah ini sebagai bentuk komitmen perusahaan perkebunan tersebut untuk mendukung kemajuan usaha perkebunan masyarakat secara berkelanjutan yang secara simbolis diserahkan kepada 72 koperasi yang ada di wilayah Riau dan Jambi.

Penyerahan premi ini isaksikan oleh Gubernur Riau, H. Syamsuar dan Direktur Corporate Affairs Asian Agri, Fadhil Hasan. ini merupakan premi penjualan untuk minyak sawit bersertifikat tahun 2017.

“Kemitraan yang menyejahterakan dan mendorong petani sawit berkelanjutan menjadi alasan bagi Asian Agri untuk membagikan  premi penjualan minyak sawit bersertifikasi kepada para petani plasma mitra kami,” kata Fadhil. 

Penyerahan premi penjualan minyak sawit berkelanjutan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pengelolaan berkelanjutan yang diterapkan oleh petani dalam mengelola kebun kelapa sawit dan telah seluruhnya memperoleh pengakuan standar keberlanjutan internasional. 

“Pemberian premi kepada para petani bertujuan untuk terus memotivasi petani dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik untuk mengelola kebun kelapa sawit, sehingga dapat terus mempertahankan sertifikasi yang diperoleh. Kami berharap hal ini membantu menjawab tantangan yang saat ini dihadapi oleh industri kelapa sawit dalam hal keberlanjutan,” ujar Fadhil. 

Mendukung Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan
Sebagai tanaman penghasil minyak nabati yang paling produktif, industri kelapa sawit harus mampu menghadapi berbagai tantangan dan isu negatif yang dilontarkan para produsen komoditas minyak nabati lainnya.  Kemitraan perusahaan dan petani menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandar internasional  oleh petani kelapa sawit di Indonesia. 

Gubernur Riau, Syamsuar dalam sambutannya mengatakan bahwa sektor perkebunan merupakan sektor yang mendorong petani memberikan andil dalam meningkatkan PAD.

Untuk itu, antara pemerintah, perusahaan dan petani diharapkan ada kerjasama saling menguntungkan.

"Asian Agri saat ini membagikan premi penjualan minyak sawit berkelanjutan untuk petani. Hal ini akan dapat membantu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sehingga petani bisa meningkatkan produksinya dan pada ujungnya meningkatkan perekonomian Riau pada umumnya. Untuk itu, pemerintah mengucapkan terimakasih kepada Asian Agri yang sudah membagikan premi penjualan minyak sawit kepada petani," terang H. Syamsuar. 

Fadhil menegaskan bahwa kemitraan antara perusahaan dan petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit harus merupakan hubungan yang saling menguntungkan. “Program kemitraan harus dapat memberikan manfaat. Tidak hanya kepada pihak-pihak yang bermitra, namun juga membawa manfaat bagi lingkungan secara nyata.”  . 


Melalui kebijakan keberlanjutan perusahaan, Asian Agri secara konsisten menerapkan praktik-praktik terbaik dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan. Praktik serupa juga diterapkan kepada para petani mitra. Selain memperoleh sertifikasi, mengelola kebun secara berkelanjutan juga memungkinkan petani untuk mendapatkan peningkatan hasil produksi kebun dan pendapatan petani,  sekaligus membawa dampak positif pada lingkungan. 

Sekilas Mengenai Asian Agri:
Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang. 

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani. 

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktifitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca. 

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. 

Lebih dari 93% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.(R03)