Melawan Lupa! 2014, Jokowi Menang di 10 Kabupaten/Kota di Riau, Prabowo Cuma di Kampar dan Pekanbaru, Tapi...

Selasa,16 April 2019 | 14:47:12 WIB

Melawan Lupa! 2014, Jokowi Menang di 10 Kabupaten/Kota di Riau, Prabowo Cuma di Kampar dan Pekanbaru, Tapi...
Ket Foto : Jokowi-Prabowo

RIAUSKY.COM - Cerita pemilihan presiden di Provinsi Riau cukup unik, di mana calon presiden Joko Widodo unggul di 10 kabupaten/kota sementara Prabowo menang di Kampar dan Pekanbaru. Setelah ditotal, calon nomor urut 1 menang di tingkat provinsi.

Dilansir dari RRI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau menuntaskan pleno rekapitulasi suara Pilpres 2014 di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (19/7). Meskipun sempat diwarnai protes saksi pasangan nomor urut 2, Jokowi-Jusuf Kalla, namun secara umum prosesnya lancar dan aman karena dijaga ratusan polisi, termasuk tim Gegana.

Saksi Jokowi memprotes penambahan pemilih di Kecamatan Mandau, Bengkalis yang lebih dari 5.000 orang dibandingkan pemilh pada Pemilu Legislatif lalu. Namun, setelah dijelaskan, masalahnya dianggap selesai dan pleno berlanjut hingga tuntas.

Hasil pleno yang dipimpin Ketua KPU Riau Nurhamin tersebut menunjukkan partisipasi pemilih Pilpres di Riau mencapai 62,73 persen dan menghasilkan 2.692.155 suara sah.

Dari total suara sah hasil Pilpres 9 Juli lalu tersebut, pasangan Prabowo-Hatta menjadi pemenang, meskipun hanya selisih suara tipis. Pasangan nomor urut 1 tersebut mendulang 1.349.338 suara atau 50,12 persen.

Sementara Jokowi-JK mendapatkan 1.342.8'7 suara atau 49,88 persen dari total suara sah. Padahal pasangan nomor urut 2 ini menang di 10 kabupaten kota. Sedangkan Prabowo Hatta hanya menang di Kampar dan Kota Pekanbaru, demikian diberitakan Radio Republik Indonesia (RRI).

Secara lengkap perolehan suara kedua pasangan calon adalah pasangan urut nomor 1 Prabowo-Hatta menang di Kabupaten Kampar dengan memperoleh suara sebanyak 224.580 suara atau 61,92 persen. Sedangkan Jokowi-JK memperoleh 138.229 suara atau 38,08 persen. Di Kabupaten Kuantan Singingi, Jokowi-JK memperoleh 76.259 suara dengan persentase 50,56. Sementara Prabowo-Hatta mendulang 74.594 suara atau 49,44 persen.
 
Sementara di Pelalawan, Jokowi-JK meraup suara 85.496 dengan persentase 56,08. Prabowo-Hatta menyusul dengan 56.943 atau 43,91 persen. Di Dumai, Prabowo-Hatta memperoleh 57.511 suara dengan persentase 46,76. Sementara Jokowi-JK memperoleh 65.434 suara atau 53,24 persen.

Di Rokan Hulu Jowoki-JK menang dengan raihan 51,23 persen. Prabowo-Hatta kalah dengan persentase 48,77. Di Siak, Prabowo-Hatta memperoleh 49,87 persen suara dan Jokowi-JK 50,13 persen.

Di Rokan Hilir, Prabowo-Hatta kalah dengan persentase 40,23 dan Jokowi-JK menang dengan suara 59,77 persen. Untuk di Bengkalis, Prabowo-Hatta memperoleh 45,30 persen suara, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 54,7 persen.

Tahun Ini Berat

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko mengakui suara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih rawan di Pulau Sumatra. 

Moeldoko menyebut beberapa daerah yang rawan antara lain, Riau dan Sumatera Barat.

"Saya pikir Sumatera ya, ada sebagian Sumatra, Riau, Sumbar," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/3).

Dalam beberapa waktu ke belakang ini, sejumlah lembaga survei merilis hasil survei tentang elektabilitas dua pasangan calon dalam Pilpres 2019. Dari hasil-hasil survei tersebut, pasangan Jokowi-Ma'ruf disebut lebih unggul dari paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sejumlah lembaga yang telah merilis hasil surveinya adalah LSI Denny JA, PolMark Indonesia, Populi Center, Cyrus Network, Charta Politika, Media Survei Nasional, Y-Publica, Alvara Research Center, dan Indikator Politik Indonesia.

Di luar lembaga survei dalam negeri, pada akhir pekan lalu lembaga riset pasar yang berbasis di Australia, Roy Morgan, pun menampilkan hasil survei mereka sendiri. Dari semua hasil survei beberapa lembaga itu seluruhnya menunjukkan petahana lebih unggul dari Prabowo. 

Moeldoko melanjutkan meski dari survei sejumlah lembaga itu Jokowi-Ma'ruf unggul, pihaknya aka terus bekerja di sisa waktu satu bulan lebih ini. Menurut dia, beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Jabar sudah mulai, karena kekuatan kami sudah cukup masif," ujarnya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Moeldoko optimistis suara Jokowi-Ma'ruf akan meningkat di wilayah tersebut seiring dengan masa kampanye terbuka pada akhir bulan ini.

"Langkah konkret kami lebih prioritas, mana daerah-daerah prioritas yang ditangani, mana daerah-daerah yang, bukan ditinggalkan, tetapi ada skala diprioritaskan," kata mantan Panglima TNI itu. (R01)