Masjid Diyanet di Connecticut Amerika Serikat Dibakar

Rabu,15 Mei 2019 | 02:14:27 WIB

Masjid Diyanet di Connecticut Amerika Serikat Dibakar
Ket Foto : Bangunan Masjid Diyanet di Connecticut Amerika Serikat dibakar orang tak dikenal.

JAKARTA (RIUSKY.COM)- Sebuah Masjid Turki di negara bagian Amerika Serikat, Connecticut, mengalami kerusakan material yang cukup signifikan setelah serangan pembakaran yang terjadi selama akhir pekan, kata seorang pejabat Turki, Senin (13/5/2019).

Dalam sebuah pernyataan, Atase Layanan Agama dari Konsulat Jenderal Turki di New York mengatakan, bahwa penyelidikan sedang dilakukan terhadap kebakaran di Masjid Diyanet di kota New Haven dan upaya terus dilakukan untuk menangkap para pelaku.

Kebakaran terjadi sekitar jam 4 sore waktu setempat. Ahad (12/5), hari ketujuh bulan suci Ramadhan, di mana umat Islam sedang berpuasa dan berdoa. 

Puasa adalah salah satu dari lima rukun agama Islam.

Hadiah hingga 2.500 dolar AS pun ditawarkan untuk informasi sekecil apapun yang mengarah pada penangkapan atau hukuman bagi para pelaku, menurut seorang pejabat.

Sebuah Pernyataan mengatakan bahwa api mulai terlihat di pintu masuk masjid dan api terus menjalar hingga mencapai lantai tiga melalui sisi luar bangunan.

"Tidak ada korban jiwa atau cedera dalam kebakaran itu, tetapi dipastikan bahwa masjid tersebut telah mengalami kerusakan cukup besar. berton-ton air yang digunakan untuk memadamkan api, juga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan yang tidak terbakar," katanya dilansir dari moeslim choice.com

Insiden kebakaran masjid ini membuat sedih komunitas Turki di Amerika Serikat, terutama di New Haven, tambah pernyataan tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavu?o?lu menyebut pembakaran itu suatu perbuatan yang "keji" dan mengatakan para pelaku harus diidentifikasi dan "dihukum dengan cepat."

"Pembakaran di Masjid Diyanet di #NewHaven selama bulan Ramadhan adalah contoh lain dari meningkatnya #Islamophobia di dunia. Tidak ada korban jiwa adalah satu-satunya penghiburan kita," kata Çavu?o?lu.

Menteri juga menyerukan sikap bersatu untuk melawan Islamofobia dan rasisme. Muslim di AS adalah target hampir 19 % dari kejahatan rasial yang bermotivasi agama, menurut data FBI yang dirilis pada tahun 2018 lalu.(R04)