Berisiko Lebih Besar, DPRD Riau Minta Tempat Hiburan Malam Tetap Tutup Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 05 Juni 2020 | 15:03:28 WIB

Berisiko Lebih Besar, DPRD Riau Minta Tempat Hiburan Malam Tetap Tutup Selama Pandemi Covid-19
Ket Foto : Wakil Ketua DPRD Riau, Zukri

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Wakil Ketua DPRD Riau, Zukri meminta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk membatalkan kebijakannya memberikan izin pembukaan tempat hiburan malam.

Menurut Zukri, kebijakan untuk memberikan izin beroperasinya tempat hiburan malam ditengah pandemi memiliki resiko lebih besar.

"Kita minta agar Pemko menutup saja tempat hiburan yang buka selama pandemi covid-19 ini. Kita tidak ingin muncul klaster Covid-19 yang baru bila tempat hiburan ini dibuka," jelas Ketua DPD PDIP Riau ini didampingi Ketua DPC PDIP Pekanbaru, Robin Hutagalung, Kamis (4/6/2020) di Pekanbaru.

Dikatakan Zukri, tidak ada jaminan bahwa covid-19 dapat diantisipasi di tempat hiburan meskipun tempat hiburannya sudah menjalani protokol kesehatan.

"Meskipun tempat hiburan itu beroperasi dengan aturan protokol kesehatan covid-19 atau pun new normal, itu tidak menjamin covid-19 aman di tempat hiburan. Bahkan sebenarnya di tempat hiburan itu sangat rentan karena disana tempat berkumpulnya banyak orang yang ingin hiburan malam," tegas Zukri.

"Dan yang yang menjadi pertanyaan penting lagi, siapa yang mengawasi tempat hiburan itu menjalankan protokol kesehatan dengan benar," tukas Zukri.

Sementara itu, Robin Hutagalung mengatakan bahwa alasan ekonomi bukan alasan tepat untuk membuka tempat hiburan.

"Yang mesti dipikirkan itu adalah dampak ekonomi pengunjung. Dalam kondisi prihatin ekonomi sekarang, sebaiknya pemerintah mengawal agar masyarakat mengeluarkan uang itu untuk kebutuhan yang pokok, bukan malah membuka ruang untuk masyarakat mengeluarkan untuk hal yang berpeluang mubazir," papar Robin.

Masih menurut Robin, di tempat hiburan itu ada juga yang membuka permainan bola ketangkasan. "Dampak game bola ketangkasan ini sangat tidak baik pada masa pandemi ini. Sedangkan masa normal saja banyak dampak buruknya terhadap game ini, apalagi saat kondisi ekonomi sekarang, bisa makin parah dampak buruk game ketangkasan ini," tutup Robin. (R06/MCRiau)