Ngeri! Tewas Dibunuh, Kepala Sartini Pecah Bersimbah Darah, Sebilah Parang Masih Menancap di Perut 

Rabu, 13 Januari 2021 | 18:11:03 WIB

Ngeri! Tewas Dibunuh, Kepala Sartini Pecah Bersimbah Darah, Sebilah Parang Masih Menancap di Perut 
Ket Foto : Sartini yang ditemukan tewas mengenaskan di rumah semi permanen yang merupakan kediamannya, Senin (11/1/2021). 

RIAUSKY.COM - Ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, kematian tragis Sartini (55) warga Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat masih misterius.

Pihak kepolisian sektor Kuala hingga Selasa (12/1/2021) belum mampu mengungkap pelaku dan motif pembunuhan yang meninggalkan parang di tubuh korban. 

Korban saat pertama kali ditemukan kondisinya sangat memilukan. Kepala korban pecah, bersimbah darah di sekujur tubuh dan parang yang masih menancap tegak di bagian perut bawah dekat alat vitalnya 

Saat ini beredar selentingan di masyarakat berbagai dugaan motif pembunuhan. Mulai dari dendam, perampokan, hingga dugaan harta warisan. 

Warga inisial PU mengetahui selama ini korban tinggal seorang diri di rumah semi permanennya. Korban ditinggal oleh suaminya yang mengidap stroke dan dirawat oleh istri tua. 

"Suami ibu itu ada, Pak Kinep. Setahu warga korban istri kedua. Selama ini korban tinggal disitu sembari menjaga dan mengurus ternak lembu serta kebun sawitnya," ungkap warga, seperti dilansir dari Tribun-Medan.com.

Tewasnya korban terbilang mengherankan warga, jika melihat keseharian korban bersifat ramah, dan tidak pernah terlibat selisih paham dengan orang lain.

Warga ada yang menduga-duga korban dihabisi nyawanya karena pelaku ingin menguasai ternak dan kebun sawit. 

"Kami warga sini pun masih sangat heran, kok bisa sebegitunya musibah dialami Buk Sartini. Banyak warga disini menduga motif perampokan ternak lembu. Tapi kenapa segitunya sampai dibunuh," ujar warga. 

Rumah korban secara letak geografisnya tidak bergabung dengan pemukiman warga kebanyakan. Rumahnya jauh di pinggiran sungai, berjarak 500 meter dari pemukiman.

Melihat letak rumah korban, tidak heran jika sebagian besar warga setempat tidak mendengarkan atau mengetahui detik-detik korban dihabisi dengan sadis.

Saksi yang melihat pertama diketahui bernama Ponikem alias Atik (40) yang dimintai tolong membelikan belanja oleh korban. 

Kanit Reskrim Kuala, Ipda Tunggul Situmeang mengaku belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. 

"Masih penyelidikan, belum dapat disimpulkan motifnya, perkembangan lanjut nanti segara dikabari lagi," katanya. 

Jejak yang ditinggal pelaku saat ini yang jadi petunjuk polisi hanya barang bukti sebilah parang yang menancap di tubuh korban, sebuah senter yang masih menyala, pecahan pintu samping rumah yang dirusak, pecahan batu  batako, dan sepucuk senapan angin yang masih menempel dekat tubuh korban. 

Dari lokasi juga diamankan dua buah kayu bercak darah lebih kurang panjang 50 cm, sebuah bambu panjang kurang lebih,1,20 cm dan sebuah besi bulat panjang kurang lebih 1,5 meter. (R03)