Daftar Gunung Api Indonesia Berpotensi Sebabkan Tsunami

Kamis, 04 Maret 2021 | 15:52:47 WIB

Daftar Gunung Api Indonesia Berpotensi Sebabkan Tsunami
Ket Foto : Anak Krakatau masih menjadi gunung yang paling berpotensi menimbulkan bencana besar, disusul Gunung Tambora dan Rokatenda. Foto: ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki/cnnindonesia.com

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Budi Lelono membeberkan daftar gunung berapi di Indonesia yang aktivitasnya berpotensi menyebabkan tsunami. Ada 12 gunung yang dia sebut.

"Paling tidak ada gunung api dan laut yang berpotensi menyebabkan tsunami," ucapnya dalam rapat koordinasi nasional Penanganan Bencana Tahun 2021 yang dilakukan secara daring pada Kamis, (4/3).

Berikut daftar gunung di daratan yang berpotensi menyebabkan tsunami menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM):

1. Gunung Anak Krakatau (Lampung Selatan, Lampung)
2. Gunung Tambora (Dompu, NTB)
3. Gunung Rokatenda (Sikka, NTT)
4. Gunung Ile Werung (Lembata, NTT)
5. Gunung Ruang (Sitaro, Sulawesi Utara)
6. Gunung Gamkonora (Halmahera Barat, Maluku Utara)

Tak hanya yang berada di daratan, ada pula sejumlah gunung api di bawah laut yang aktivitasnya berpotensi menyebabkan tsunami. Berikut daftarnya:

1. Gunung Hobal (Ole Werung)
2. Gunung Banua Wuhu
3. Gunung Emperor of China
4. Gunung Nieuwerkerk
5. Gunung Sangir
6. Gunung Yersey

"Sedangkan untuk gunung api di bawah laut sendiri ada enam gunung api, tapi yang berpotensi ada dua, yaitu Gunung Hobal dan Gunung Banua Wuhu, karena letaknya kedalamannya kurang dari 200 meter, kalau beraktivitas akan menimbulkan pengaruh pada pantai atau daratannya," papar Eko.

Dia memastikan pihaknya akan terus memantau aktivitas gunung-gunung api tersebut selama 24 jam.

"Kami awasi 24 jam agar kita tahu betul aktivitasnya, dan mudah-mudahan tidak terlambat menginformasikan aktivitas yang tinggi jika ada potensi erupsi pada pihak-pihak yang berwenang," ucapnya.

Pada kesempatan sama, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga mengingatkan ada potensi gempa megathrust di Pantai Barat Sumatera dan Pantai Selatan Jawa.

Gempa belum bisa diprediksi. Namun untuk melihat potensi gempa tahun 2021 dapat dilakukan beberapa pendekatan.

Pendekatan tersebut di antaranya melihat zona aktif gempa sebelumnya dan zona seismic gap atau sumber gempa yang sudah lama tidak memicu gempa.

"Kita ini takut megathrust. Megathrust yang bisa saja terjadi di pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa," ucapnya. (R04)
Sumber Berita : cnnindonesia.com