Di Tengah Kabut Asap,

Mahasiswa UIR Demo Kepemimpinan Jokowi

Jumat,04 September 2015 | 12:14:32 WIB
Mahasiswa UIR Demo Kepemimpinan Jokowi
Ket Foto : Mahasiswa sempat toalk menolak dengan aparat keamanan di depan gedung DPRD.
PEKANBARU  (RIAUSKY.COM)- Mahasiswa kecewa. Mereka menganggap pemerintahan presiden joko Widodo tidak cakap dalam memimpin bangsa. Mereka meminta Jokowi Lengser.
 
Beberapa petisi yang disampaikan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIR ini adalah perbaikan kondisi ekonomi negara. Harga rupiah yang terus merosot, serta memburuknya kondisi ekonomi di banyak sektor menjadi hal yang tak terpisahkan dari buruknya kinerja pemerintahan Joko Widodo.
 
Mereka melakukan atraksi teatrikal sambil membawa pocong yang diilustrasikan sebagai kepemimpinan Joko Widodo. Tak lama, mereka pun membakar pocong tersebut di luar pintu masuk gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru.
 
''Kami anggap kepemimpinan Jokowi-JK sudah mati. Mereka tak becus memimpin negara,'' ungkap salah seorang demonstran.
 
Di tengah aksi yang semakin memanas, sempat terjadi aksi saling tolak antara petugas keamanan dan para mahasiswa yang melakukan demo karena mahasiswa berusaha masuk ke dalam gedung dewan. 
 
“Sudah saatnya presiden dan wakil presiden mundur dari jabatannya. Mereka gagal memimpin bangsa ini, dibuktikan dengan memburuknya situasi perekonomian dewasa ini. Rupiah anjlok, rakyat menjerit,'' kata Henky Fernando, Mensospol BEM UIR saat berorasi.
 
 
Dia mencontohkan, hingga kemarin, nilai tukar rupiah masih di posisi Rp14.110 per Dollar Amerika. ''Ini posisi nilai tukar rupiah terendah semenjak krisis moneter 1998 lalu, tapi pemerintah santai saja menyikapinya,'' imbuh Henky. 
 
Ada enam petisi yang disampaikan mahasiswa, yakni:
1. meminta pemerintah melakukan perubahan dalam struktur pemerintahan dengan cara menempatkan orang-orang yang ahli dibidangny‎a.
2. Memangkas struktur birokrasi yang tidak efektif
3. Menegakkan kebijakan  Land Reform atau pembebasan lahan pertanian yang selama ini dikelola secara besar-besaran oleh dunia usaha tanpa memperhatikan kebutuhan pertanahan bagi rakyat.
4. Menerintah tidak tergantung dengan janji-janji asing.
5. Membangun kemandirian ekonomi dengan mmberdayakan ekonomi kerakyatan
6. Nasionalisasi aset-aset yang ada di daerah-daerah terutama yang ada di Riau. 
 
Rombongan mahasiswa ini diterima oleh Wakil ketua DPRD, Sunaryo dan manahara Manurung. Selepas melakukan aksi dan menyampaikan petisi, mahasiswa pun membubarkan diri.(R03)
 
 
 
 
 
 

FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS