Bupati Kepulauan Meranti Lantik 66 Orang Dokter dan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT)

Senin, 19 Juni 2017 | 12:57:42 WIB

Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir menyerahkan Surat keputusan penangkatan PTT kesehatan sebagai CPNS.

SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Senin pagi (19/6/2017) menjadi hari bahagia bagi 66 orang dokter dan bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Bagaimana tidak, di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini PTT bidang kesehatan itu menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Kepulauan Meranti menjadi CPNS, SK langsung diserahkan oleh Bupati Drs. H. Irwan M.Si, secara simbolis kepada perwakilan CPNS, bertempat di Aula Kantor Bupati.
 
Penyerahan Surat Keputusan Bupati Kepulauan Meranti Tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2017 itu juga disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Julian Norwis SE MM, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Drs. Revirianto, Kepala Badan/Dinas/Bagian, Para Camat dan lainnya.
 
Seperti dijelaskan Kepala BKD Meranti Drs. Revirianto, secara rinci formasi dokter dan bidan PTT berjumlah 66 orang terdiri dari 64 Bidan dan 2 Dokter, 1 Dokter Gigi, 1 Dokter Umum.

Bupati kepualauan Meranti Irwan nasir memberi sambutan saat penyerahan SK CPNS kesehatan.

Proses pengangkatan yang dilakukan oleh Pemda Meranti dikatakan Revirianto tergolong cepat hal itu sesui dengan petunjuk Bupati Kepulauan Meranti Drs. Irwan M.Si kepada BKD untuk segera memprosesnya. "Setelah menandatangani SK segera diserahkan," ujar Revirianto menirukan perintah Bupati.
 
Lebih jauh dijelaskan Revi, proses pengangkatan tenaga PTT menjadi CPNS ini telah dilakukan cukup lama, mulai dari awal rekrutmen hingga penetapan hasil. "moratorium PNS masih berlaku tetapi tidak untuk tenaga kesehatan dan pendidikan. CPNS Kesehatan yang kita ajukan ini berdasarkan penempatan dan lama kerja," ungkapnya.
 
Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si dalam pidatonya mengucapkan selamat atas peningkatan status para dokter dan bidan PTT dari honorer menjadi CPNS. 
 
Ditegaskan Bupati pengangkatan PTT kesehatan menjadi CPNS memang layak diperjuangkan karena mereka berada digaris terdepan dalam melayani maayarakat yang berada didaerah terpencil dan tersulit. "PTT kesehatan in berada didaerah sulit dan terpencil yang banyak halangan dan rintangan namun tetap komit melaksanakan tugas kemanusianan untuk itu pengangkatan PTT kesehatan ini memang layak diperjuangkan," ujarnya.
 
Bupati berharap dengan pengangkatan itu dapat memotovasi para dokter dan bidan untuk bekerja lebih baik lagi dan yang tak kalah penting tidak buru-buru minta pindah ke kota karena alasan pengangkatan PTT Kesehatan ini menjadi CPNS didasari atas kebutuhan tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat didaerah yang jauh dari kota.
 
"Saya berharap kepada PTT yang diangkat jadi PNS nanti jangan buru-buru minta pindah, inilah yang menyebabkan Puskesdes dan sekolah-sekolah yang berada diperbatasan kekurangan tenaga kesehatan dan guru, dan pengangkatan yang dilakukan karena semangat dan keberanian para tenaga PTT yang bertugas didaerah perbatasan dan terisolir itu," jelasnya.
 
Bupati juga berjanji akan mengupayakan peningkatan kesejahteraan para pegawai yang berkerja didaerah perbatasan dan terpencil hal itu menimbang beratnya beban tugas yang mereka laksanakan. 
 
"Dengan peningkatan status dari PTT menjadi CPNS saya harap dapat memotivasi dokter dan bidan bekerja dengan lebih baik lagi. Dan pemerintah berkomitmen untuk menambah pendapatan dibanding para dokter dan bidan yang bertugas di kota,'' kata dia.
 
Pegawai yang bertugas didaerah terpencil gajinya harus lebih tinggi dibanding yang bertugas di Kota," tegas Bupati diiringi tepuk tangan gembira dari para tenaga PTT kesehatan yang telah meningkat statusnya menjadi CPNS. 
 
Kegiatan ditutup dengan salam ucapan selamat dari Bupati dan jajaran Pejabat Eselon II dilingkungan Pemkab. Meranti kepada CPNS Kesehatan yang baru saja menerima SK pengangkatan. (R16/Advertorial)
Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita"Otonomi" Index »
Loading...