BANGKINANG (RIAUSKY.COM) - Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) dan Rakyat Peduli (Rapi) melakukan aksi turun ke jalan.
Mereka berjejer di depan Balai Bupati Kampar untuk menyampaikan aspirasinya untuk mengevaluasi lima tahun terakhir kinerja kepemimpinan Jefry Noer dan Ibrahim Ali.
Koordinator aksi, Niko Ardian, menilai semua program yang dijanjikan oleh bupati dan wakil bupati Kampar hanya dusta belaka. Menurutnya APBD Kampar yang triliunan pertahun ada satupun yang bisa dinikmati masyarakat Kampar.
"Program 3 zero program unggulan Jefry, diantaranya Zero kemiskinan, zero pengangguran, dan zero rumah kumuh semuanya bohong. Buktinya, hingga hari ini masih ada saudara kita yang kelaparan, bahkan ada yang makan satu kali dalam sehari," ungkap Niko, Senin (9/8/2016).
Lebih lanjut sambungnya, hari demi hari angka pengangguran di Kabupten Kampar ini semakin bertambah, setiap mahsiswa yang berhasil menamatkan program studinya tidak bisa mendapatkan pekerjaan. "Apakah ini yang namanya zero? Itu semua hanya pembohong," ungkapnya.
"Minimnya lapangan pekerjaan, angka kriminalitas dan perampokan semakin bertambah, apakah ini yang namanya zero pengangguran," tuturnya.
Sementara itu, Ari Aprizal orator lainnya juga menilai kegagalan Jefry sudah mulai terlihat, apalagi program Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE) katanya program itu jitu, namun pada kenyataannya berujung nihil.
”Mari bersama-sama kita berpikir. Kita yakinkan semua masyarakat Kampar tidaklah bodoh dan kita bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan kita mau dibodoh-bodohi untuk kepentingan pribadi," tutupnya. (R02/SKC)