Kapolri: Masyarakat Makin Mudah Melapor ke Polisi

Jumat, 03 Maret 2017 | 20:39:28 WIB
Gubri dampingi Kapolri Launching Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi di SKA Co Ex
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Drs HM Tito Karnavian MA PhD, Jumat, 3 Maret 2017 meresmikan penggunaan Aplikasi Layanan Publik berbasis Tekhnologi Informasi Polda Riau di gedung SKA Convention Exebition.
 
Dalam sambutannya, Kapolri mengatakan bahwa penggunaan aplikasi berbasis tekhnologi informasi di era saat ini sangatlah vital. 
 
Menurut Tito, pada jaman dulu masyarakat banyak yang enggan datang ke kantor Polisi, karena hanya akan habis waktu jika melapor. 
 
Sebagian yang lain merasa tidak nyaman karena tidak dilayani. Bentuk-bentuk kekecewaan masyarakat seperti itu dahulu jamak dan sering terjadi. 
 
Zaman terus berputar. Kini segala aspek-aspek kelemahan pelayanan seperti contoh yang disampaikan Kapolri diatas bisa diminimalisir oleh Tekhnologi Imformasi.
 
Dikatakannya, dengan adanya aplikasi pelayanan publik berbasis tekhnologi Informasi ini, maka masyarakat dapat melapor pada polisi hanya dengan mengunduh aplikasi yang telah disediakan oleh Polda Riau dan si-pemilik handphone atau Android dapat melapor pada polisi tentang apa layanan yang ia butuhkan
 
Sebelumnya, di beberapa Polres di jajaran Polda Riau telah tersedia pelayanan Polri kepada masyarakat berupa layanan SIM Online, Layanan SP2HP Online, SKCK Online dan juga tombol panic button. 
 
Khusus untuk menu panic button ini adalah, layanan dimana masyarakat selaku pengguna aplikasi berada dalam kondisi emergency dan butuh pertolongan Polisi, dengan menekan tombol panic button tersebut maka seluruh Polisi yang telah mengunduh program layanan di handphone androidnya akan dikirimkan alarm. 
 
Semakin banyak polisi yang mengunduh aplikasi ini maka akan semakin cepat masyarakat bisa dibantu.
 
Dalam penekanannya kepada seluruh personil yang hadir dalam acara ini, Kapolri Jenderal Pol Drs HM Tito Karnavian MA PhD menekankan agar aplikasi ini kedepannya agar dapat terwujud dengan baik.
 
Jangan sampai saat ada masyarakat yang lapor Polri dengan tombol panic button, tapi personil Polri yang ada malah tidak peduli pada alarm dari handphone androidnya. 
 
"Kalau sampai personil Polri bersikap seperti ini, maka keberadaan tekhnologi juga akan percuma dan sia-sia," ujar Kapolri. (R03)

Terkini