Cinta Ditolak, Bidan Cantik Dibunuh dan Diperkosa dengan Sadis

Kamis, 20 April 2017 | 04:31:01 WIB
Korban
TIDORE (RIAUSKY.COM) - Jajaran Polres Tidore Kepulauan, Maluku Utara berhasil mengungkap tragedi pembunuhan bidan cantik, Afivah Arachman. Dugaan sementara, korban dihabisi yang disertai dengan pemerkosaan.
 
Dibantu personel dari Polres Halmahera Selatan, terduga berhasil dibekuk. 
 
“Saat ini masih diinterogasi oleh penyidik Reskrim Polres Tidore," kata Kapolres Halsel AKBP Zainuddin Agus Bunarto kepada Malut Post.
 
Pemuda yang dicurigai melakukan pembunuhan adalah Musrad Hi Jafar. Ia diringkus di rumah orang tuanya di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan (Halsel). 
 
Dari tangan Musrad, polisi menemukan handphone (HP) milik korban. HP iPhone 6 itu merupakan satu-satunya barang milik korban yang hilang saat pembunuhan terjadi di kamar korban, Jumat (7/4) lalu.
 
Awalnya, polisi melacak keberadaan HP milik korban. Sedikitnya dua warga yang merupakan teman dekat Musrad juga diminta untuk mengontaknya.
 
Hasilnya, polisi mendeteksi posisi Musrad yang tengah pulang kampung. Kepolisian dari Polres Tikep lalu berkoordinasi dengan Polres Halsel untuk mengamankan terduga pelaku pembunuhan Afivah.
 
Sekira pukul 15.00 WIT, tim dari Reskrim Polres Tikep langsung menuju Labuha menggunakan speedboat. Terduga Musrad ditangkap aparat Polres Halsel di kediaman orang tuanya, di Desa Labuha Kecamatan Bacan sekira pukul 15.00 WIT.
 
Musrad sendiri awalnya tidak berada di rumah. Polisi menjebaknya dengan menelepon Musrad agar datang ke rumah orang tuanya. Saat tiba di rumah orang tuanya, Musrad langsung dibekuk lantas digiring ke Mapolres Halsel.
 
AKBP Zainuddin Agus Bunarto saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terduga pelaku pembunuhan bidan Afivah. "Saat ini terduga kita amankan. Dan itu atas permintaan dari pihak Reskrim Polres Tikep,” kata Zainuddin.
 
Sementara Polres Tikep sendiri belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait penangkapan Musrad. Kapolres Tidore AKBP Azhari Juanda hanya membenarkan kalau HP milik korban sudah ditemukan.
 
“Kita amankan pemuda yang dicurigai. Ini kita periksa dulu,” kata Azhari.
 
Tersangka yang kini sudah diketahui identitasnya memicu kemarahan warga Kelurahan Dowora, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. 
 
Sebagian besar warga Kelurahan Dowora tumpah di jalan setelah tahu bahwa tersangkanya adalah Musrad Hi Jafar yang kini sudah tertangkap.
 
Warga mengetahui kabar penangkapan Musrad beredar luas di media sosial lewat akun instagram bernama forengers046. Sang pemilik akun yang diduga seorang polisi itu mengunggah rekaman video tentang upaya polisi menangkap pelaku di Labuha.
 
Sekitar pukul 13.00 WIT, pemilik akun instagram forengers046 menulis status tentang keberhasilan polisi menangkap pelaku pembunuhan bidan Afivah.
 
“Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap,” tulis pemilik akun instagram forengers046.
 
Kondisi berubah tegang tadi malam. Sekitar pukul 22.00 WIT warga Kelurahan Dowora tumpah di jalan. Sebagian dari mereka tampak emosi dan ingin menyerang rumah yang menjadi tempat tinggal Musrad.
 
Musrad tinggal bersama kakaknya, Nurhayati Husen di RT 04 Kelurahan Dowora. Rumah mereka hanya berjarak sekira 50 meter dari Pustu, tempat dimana Afivah ditemukan tewas. Warga yang emosi sempat melempar rumah tersebut.
 
Beruntung polisi cepat turun ke lokasi dan menghalau warga yang hendak melakukan aksi main hakim sendiri.
 
Tak ingin terjadi sesuatu yang merugikan, polisi kemudian mengamankan Nurhayati dan suaminya, Syafril Syarif ke Mapolres Tikep Senin (17/4) malam. 
 
Ketua RT 04 Kelurahan Dowora Hj Ragwan Daud mengaku tidak mengetahui persis sejak kapan Musrad tinggal di rumah kakaknya. “Dia (Musrad) tinggal di rumah keluarganya tanpa sepengetahuan RT,” ungkap Ragwan.
 
Musrad keseharian dikenal warga sebagai buruh salah satu toko di Pasar Goto. Sementara di kartu identitasnya, tertulis pekerjaan Musrad adalah mahasiswa.
 
Menurut keterangan beberapa warga, terduga sempat menyatakan cintanya kepada korban. “Namun cintanya ditolak,” kata salah satu warga.
 
Ragwan sendiri tampak serius menyikapi kondisi pasca penangkapan terduga pembunuhan. Selain mengimbau warganya agar tidak bertindak melanggar hukum, dia juga meminta pemulihan nama baik warga Dowora.
 
“Dalam kasus ini, ada beberapa warga yang dicurigai sebagai pelaku. Karena itu, setelah ditangkapnya terduga ini, kami mohon pemulihan nama baik di Kelurahan Dowora,” ucap Ragwan. (R02/Jpnn)

Terkini