BENGKALIS (RIAUSKY.COM) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis giat melakukan rehab plapon dan pengecatan. Tapi, sudah tiga bulan, gaji honorernya tak juga dibayarkan.
Selama tiga bulan sejumlah honere belum mendapatkan gaji "sedangkan dana rehab pelapon dan pengecatan (RSUD) bisa dibayar "dari mana sumber dananya kalau bukan dari APBD Bengkalis,"ujar salah satu honore yang tidak mau disebut namanya kepada RIAUSKY.COM, Sabtu (6/5/2017).
Menurut (red-nara sumber) untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan gaji. sementara gaji kita sampai saat ini belum juga dibayar "kita tak tahu apa masalahnya "tapi dana untuk mengrehab ada "apa gaji honore tidak sama dananya bersumber dari APBD?
"Kami sangat berharap kepada Pemerintah Bengkalis khususnya Direktur RSUD dapat bisa membayar gaji kami selama tiga bulan "kami juga mau makan pak, tidak mungkin kami ngebon di kedai terus. kalau satu bulan "ya mau orang kedai beri, kalau tiga bulan tidak mungkin diberi,"paparnya dengan raup wajah yang kesal.
Sementara Direktur RSUD Bengkalis Suhairi Zen ketika dikonfirmasi Melalui Bendaharanya Ibuk Minah. Sabtu, (6/5/17). "Membenarkan kalau gaji honore belum dibayar "karena saat sekarang Kas Daerah masih kosong, macam kita mana mau dibayar "untuk dana anggaran rehab plafon dan pengecatan menggunakan dana rutin RSUD dan saat ini masih berhutang dengan pihak rekanan yang mengerjakan.
"diselah-selah pembicaraan ibuk minah terlepas kata "saya ini sebagai bendahara setelah selesai pekerjaan (plafon dan cat) sesuai kontrak kerja, diperintah bayar "ya harus saya bayar, untuk gaji honore pasti di bayar setelah kas daerah ada dan bisa dicairkan"paparnya.
Sementara sejumlah proyek rehab RSUD Bengkalis yang menggunakan dana rutin. tidak mengunakan papan plang pekerjaan. dinilai tidak mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008. (R13)