BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM) - Oknum ASN Pemkab Rohil yang melakukan pemalangan terhadap ruangan Kepala BPBD Rohil memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Juli Destino SE MSi alias Win Destin yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil itu mengaku bahwa yang sebenarnya ia melakukan pemalangan pintu itu bukan atas nama sendiri, melainkan atas nama mewakili teman-teman satu kantor yang selama ini hak-haknya terzolimi dan dizolimi oleh Kepala BPBD Rohil.
Diterangkan Juli Destino, H.Azhar.A, SE MSi selaku Kepala BPBD Rohil mengatakan bahwa (Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) atas nama Juli Destino hanya satu, dan yang sebenarnya 2 SPPD yaitu Bagan Sinembah dan Tanjung Medan.
"Sekarang yang saya tuntut sehingga saya melakukan hal tersebut, kemana dana SPPD itu, sementara uang persediaan (UP) sudah cair sekitar dua bulan," ungkapnya seperti dimuat spiritriau.
Ditambahkannya, berdasarkan pengakuan dari Azhar selaku kepala BPBD jarang masuk kantor, ia minta untuk dapat memberi penjelasan.
Diberitakan sebelumnya, Ruangan Kepala Badan Penannggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Sub Bagian Keuangan, Selasa (30/5) pagi tampak dipalang.
Bahkan setelah dipalang, Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Rohil yang bernama Win Destin mengaku kesal karena dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) tak dibayar langsung mengunggahnya ke facebook.
"Penyegelan Ruang Kepala BPBD Kabupaten Rohil dan ruang bendahara karena tidak masuk kantor dan tidak membayar uang SPPD PNS yang telah melaksnakan tugasnya" tulis Akun Win Destin di facebook.
Saat bersamaan Kepala BPBD Rohil, H Azhar Achmad Ali, SE M.Si tengah mengikuti rapat persiapan Bakar Tongkang di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar), Jalan Utama Bagansiapiapi.
Azhar mendapatkan informaai saat rapat ditelpon oleh Stafnya memberkan informasi terkait pemalangan tersebut. "Saya ditelpon staf ruangan dipalang staf lalu saya memutuskan untuk langsung datang ke kantor," kata Azhar.
Sesampainya di kantor palang tersebut sudah dibuka oleh staf lainnya. Pemalangan dilakukan oleh Kasi Unit Darurat BPBD Rohil, Win Destin kemudian memotonya dan mengunggah ke media sosial.
"Masalah SPPD memang ada sebagian belum dibayar, untuk Win Destin satu SPPD saat Musrenbang di Baganbatu, besarnya 800 ribu dan sisa belum dibayar 300 ribu. Rencananya mau dibayarkan tapi kita memang lagi dalam kondisi keuangan yang sulit jadi mendahuluan yang penting dahulu namun tetap akan dibayarkan," kata Azhar.
Terkait ia belum masuk pagi itu karena rapat bersama Sekda Rohil beserta Pejabat Eselon II lainnya di Disperindagsar. " Sebenarnya cara aja yang salah, harusnya temui saya dan bicarakan dengan baik, kita takut hal ini memancing kantor-kantor lainnya berbuat hal yang sama," katanya.
Ditambahkan mantan Assten III Setdakab Rohil, bahwa tak hanya oknum tersebut yang belum dibayarkan penuh SPPD dan ada pegawai lainnya. "Saya akan panggil yang bersangkutan dan ini murni ulah pribadi sedangkan ASN lain tidak ada ikut campur dalam hal pemapangan ini," tegasnya.
Setelah Azhar ke kantor semua dalam keadaan normal dan Kantor tetap beroperasi. Sedangkan oknum tersebut sudah tak lagi di kantor. "Kondisi keuangan Rohil memprihatinkan,, kita sangat berharap pengertian semua pihak termasuk para pegawai sehingga semua pelayanan tetap bisa herjalan dengan baik," katanya berpesan. (R15/Src)