Gadis 18 Tahun Ini Ngaku Melahirkan Tapi Tak Pernah Hamil, Pihak Puskesmas Bilang...

Senin, 03 Juli 2017 | 01:00:30 WIB
Desa tempat di mana gadis tersebut tinggal
ENREKANG (RIAUSKY.COM) - Kejadian menarik menghebohkan Warga dari Dusun Penja, Desa Karueng, Kabupaten Enrekang, Sulsel.
 
Kabarnya, seorang gadis muda, berumur sekira 18 tahun, disebutkan melahirkan seorang anak tanpa hamil sebelumnya.
 
Informasi inipun terus menjadi perbincangan di kalangan penduduk lokal. Tak hanya itu, kondisi kelahiran sang buah hati dianggap ajaib karena sempat berbicara mengucapkan salam tiga kali.
 
“Saat bayi itu lahir, langsung bilang ‘Assalamualaikum’ tiga kali. Pada saat proses melahirkan juga tidak ada darahnya,” beber salah seorang penduduk, yang kini juga ramai diperbincangkan di dunia maya.
 
Sayangnya, pengakuan mengenai bayi yang langsung berbicara itu hanya disampaikan oleh pihak keluarga dan bidan yang membantu proses persalinan.
 
Menurut penduduk setempat, bayi tersebut kini hanya terdiam layaknya bayi biasa. Tak ada tanda-tanda bakal kembali mengeluarkan sepatah kata.
 
Ditambah, pihak keluarga menolak untuk diketahui publik secara luas. Penduduk lainnya dilarang mengambil gambar untuk kepentingan unggahan di media sosial.
 
Beberapa personel kepolisian kini bertugas menjaga rumah penduduk tersebut. Namun, karena ini banyak masyarakat yang berkunjung ke rumah keluarga untuk melihat langsung bayi berat 3 Kg tersebut.
 
Warga bergantian menyambangi rumah perempuan berinisial UR. Ayahnya tak melarang siapa saja untuk melihatnya langsung.
 
Sang ayah bahkan dengan antusias bercerita proses kelahiran anak itu kepada para tamu yang tertarik untuk berbagi kisah.
 
Sayangnya, dia mewanti-wanti agar tak satu pun tamu boleh yang mengabadikan gambar bayi dan ibunya itu.
 
Selain itu, tak boleh ada yang menyentuh bayinya. Dia berharap fenomena anaknya yang lahir tanpa pasangan itu tidak diekspos terlalu jauh.
 
Orang-orang hanya diizinkan untuk mengintip melalui kelambu yang membatasi pintu kamar, tempat ibu dan bayinya beristirahat.
 
Sesekali, terlihat beberapa kerabatnya masuk untuk membantu sang ibu yang masih berusia 18 tahun itu.
 
Sementara itu polisi meminta masyarakat tetap menjaga kondisi desa di pinggiran Kota Enrekang itu agar tetap kondusif.
 
Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji, mengimbau agar masyarakat tidak banyak berspekulasi. Apalagi sampai pada hal-hal yang bisa mengganggu ketertiban umum.
 
“Kami sudah turunkan personel. Untuk sementara kita dalami dulu kejadian ini, sambil bekerja sama dengan semua pihak,” ungkap lelaki yang baru genap sebulan menjabat Kapolres ini seperti dilansir Fajaronline.
 
Sementara itu Kepala Puskesmas Enrekang, Sri Siswati Zainal juga masih menimbang-nimbang kejadian aneh yang diklaim menimpa perempuan Utje Ramadani. Menurutnya, hal tersebut seharusnya dibuktikan secara medis untuk ditelusuri kebenarannya.
 
Pihaknya sendiri telah menurunkan tim kesehatan untuk memeriksa kondisi ibu sang bayi pasca melahirkan. Personelnya melaporkan, kondisi anak perempuan itu terlihat dalam keadaan normal. 
 
Ia pun berani menggaransi jika anak itu melahirkan dalam keadaan seperti wanita umumnya yang melalui proses pembuahan.
 
“Anggota saya sudah periksa dan memang jelas ada pembuahan sebelumnya. Gejala-gejalanya kelihatan sebagaimana ibu-ibu melahirkan. Ada darahnya juga saat melahirkan,” beber Sri.
 
Meski sempat dilarang memeriksa bagian-bagian tubuhnya, namun tim kesehatan dari Puskesmas Enrekang ngotot menjalankan prosedur medis itu. Mereka hanya sebentar melakukan kontak fisik dengan sang ibu dan anaknya.
 
Garis putih atau stretch mark juga jelas masih ditemukan setelah si ibu melahirkan anak “ajaib”nya. Hal itu menunjukkan bahwa sebelumnya UR telah hamil meski tanpa disadarinya. Proses kelahiran pun berlangsung sangat normal dengan tanda-tanda bukan pada kelahiran dini.
 
Untuk lebih memastikan ada pembuahan atau tidak sebelumnya, ia sendiri menyarankan agar dilakukan proses visum. Hanya saja, hal itu tak bisa dijalankan jika tidak melalui kewenangan kepolisian dan bekerja sama dengan pihak kesehatan.
 
“Kita permintaan pribadi (untuk visum) tidak bisa, karena itu permintaan keluarga dan pribadi. Kecuali, pihak kepolisian mau cari tahu dan cari betul itu, maka bisa menyurat ke kami untuk bekerja sama,” ujar Sri. (R03/Jpnn)

Terkini