BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM) - Sudah dua pekan lebih, kasus pembunuhan sadis terhadap Bilman Sinaga (65), namun hingga kini belum ada kejelasan siapa pelakunya.
Seperti diketahui, warga Tanjung Pinang (Kepri) tersebut dibunuh di dalam rumahnya yang berada di Jalan Lintas Riau-Sumut Dusun Berkat Manggala Jonson Rt 20 Rw 09 Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil.
"Kami keluarga berharap pihak kepolisian Polres Rohil bisa mengungkap kasus ini, siapa pelaku dan segera dihukum sesuai dengan perbuatanya." harap Jamerson Sinaga anak tertua dari Korban Bismar Sinaga kepada riausky.com, kemarin.
Terkait hal itu Kapolres Rohil AKBP Henry Posma Lubis SH SIK melalui Kasatreskrim Polres Rohil AKP Awaluddin Syam SIK saat dikonfirmasi mengatakan masih terus melakukan penyelidikan terhadap orang yang dicurigai.
"Mudah mudahan dalam waktu dekat kita bisa tangkap pelakunya," ujarnya.
Bilman Sinaga adalah seorang pensiunan Lapas Tanjung Pinang yang memiliki lahan kebun sawit di daerah Manggala Jhonson Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir.
Saat itu Bilman Sinaga diketahui datang dari Tanjung Pinang (Kepri) ingin memanen kebun sawitnya di Tanah Putih, setelah memanen hasil kebun sawitnya, Bilman Sinaga tidak bisa dihubungi oleh anak dan keluarganya dari Tanjung Pinang selama dua hari.
Akhirnya warga Manggala Jhonson menemukan Bilman Sinaga tewas di rumahnya di dalam kamarnya sendiri dengan kondisi terlentang dengan berlumuran darah di bagian kepala.
Saat itu dari hasil visum luar polisi saat di lokasi didapat 6 luka menganga di belakang kepala korban yang mana ukuran luka berkisar panjang 3 cm dan Lebar 1,5 cm.
Di lokasi penemuan mayat Bilman saat itu, didapat berupa barang bukti, semua pintu dalam keadaan terkunci, gorden jendela dalam keadaan tertutup, terdapat ceceran darah di sudut kanan dalam rumah, 1 buah batu berukuran besar yang belumuran darah, ditemukan kaca mata korban didekat ceceran darah, terdapat ceceran darah dilantai diruangan tengah, ditemukan sapu tangan warna biru, genangan air berwarna hitam diduga darah diruangan tengah, 1 buah teko yang berisikan air putih.
Ada juga 1 buah gelas yang berisikan air putih, 1 buah botol obat bertuliskan Herbal Oil, 1 buah kursi plastik warna merah yang berlumur darah, sepasang sendal swalow warna biru, 1 unit sepeda motor merk Honda Supra X warna hitam, kunci sepeda motor, 1 buah plastik warna kuning berlumuran darah. (R15)