PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Awalnya, Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus ST MT terkesan enggan dan menutupi kalau dirinya sempat mengalami diare dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi roti bakar Kim Teng.
Pasca penutupan sementara dan pencabutan izin laik Sehat oleh Dinas kesehatan terhadap gerai kuliner yang menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru tersebut, Wali Kota membenarkan informasi sakit yang dia alami setelah menyantap makanan Kim Teng.
"Iya, benar, memang saya sempat muntah dan diare. Mulai pukul 11.00 WIB sampai jam 16.00 WIB sore hari. Akibatnya, banyak kegiatan yang akhirnya tidak bisa diikuti. Saya pikir cuma saya saja yang terkena diare dan muntah-muntah, ternyata juga banyak pejabat yang lain, termasuk Pak Sekda," kenang Wali Kota terkait peristiwa tidak mengenakkan yang menimpanya, Rabu (26/7/2017).
Awalnya, persoalan ini memang sengaja ditutupi, namun, ungkap Firdaus lebih jauh, belakangan, ternyata ada beberapa warga lainnya yang mengaku juga mengalami gajala serupa setelah mengkonsumsi roti bakar Kim Teng.
Karena itulah, sebut Firdaus, pihaknya memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan di lapangan,'' kata Firdaus.
Dia sendiri berharap, dengan kasus ini, Kim Teng bisa lebih baik lagi dan melakukan pembenahan terhadap menu makanan yang disajikan.
"Ya, bagi kita, tentu saja Kim Teng adalah ikon kuliner yang selama ini selalu menjadi buah bibir saat orang-orang berkunjung ke Pekanbaru. Bahasanya, tak lengkaplah kalau tak duduk di Kim Teng," ungkapnya.
Karena itulah, sebut Firdaus, dia berharap Kim Teng bisa segera membenahi permasalahan tersebut dan bisa segera beroperasi kembali.
"Kita tak ingin, persoalan ini berdampak luas terhadap Kim Teng. Karena itulah, semoga proses pembenahannya bisa segera dilakukan dan tamu bisa kembali berkunjung,'' kata dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gerai makanan Kim Teng dicabut izin Laik Kesehatannya oleh Dinas Kesehatan bersamaan dengan laporan masyarakat terkait dugaan keracunan saat mengkonsumsi roti bakar.
Setidaknya ada 7 lokasi penjualan Kim Teng yang ditutup pasca laporan kasus diare dan muntah-muntah yang juga sudah diteliti mengandung bakteri tersebut. (R05)