BOJONEGORO (RIAUSKY.COM) - Di zaman yang serba sulit seperti sekarang ini, tentulah banyak wanita yang ingin mendapatkan calon suami berlimpah harta sehingga bisa hidup berkecukupan dan terjamin.
Namun, jika dunia mengatakan semua wanita itu matre, tampaknya tidaklah sepenuhnya benar. Karena faktanya masih ada wanita yang siap hidup susah dan senang bersama.
Contohnya seperti wanita cantik asal Bojonegoro ini. Erika Malia Astuti namanya, atau yang akrab disapa Rika Prasetia. Bagi Rika, menikah itu yang terpenting adalah kebersamaan dan hidup sepenanggungan.
Lewat unggahan di Facebook, Rika menceritakan bagaimana awal kisah perjalanan cintanya hingga menikah dengan sang suami.
"Saya menikah saat umur 19 tahun dengan pria umur 23 tahun. Pria itu jauh dari kata mapan, maskawin pun hanya Rp500 ribu. Bukan karena enggak mampu tapi emang saya nggak minta," tulisnya 24 Juli 2017 lalu.
"Saya cuma mikir, kasihan suami kalau harus ngucapin nominal maskawin yang ribet itu saat ijab kabul. Saya juga nggak mau memberatkan calon suami dengan permintaan macam-macam," lanjut Rika yang bekerja sebagai pegawai Alfamart ini.
Tinggal di Rumah Petak
Dia juga mengaku, setelah tiga hari menikah mereka tinggal mandiri di kontrakan dua petak.
"Cukup besar buat saya tinggal berdua dengan suami. Tidur pun hanya beralas kasur lipat tipis karena belum punya spring bed. Gak jadi masalah karena cinta itu enggak harus mewah."
Tak disangka, perjalanan cintanya itu mampu menginspirasi banyak netizen hingga menjadi viral di dunia maya. Hingga saat ini postingan Rika itu telah dibagikan lebih dari 56 ribu kali dan menuai 123 ribu Likes.

Semoga pria yang mendapatkan istri yang demikian tidak menyia-nyiakan pengorbanannya. Istri yang sudah bersedia diajak hidup susah sungguh layak diajak hidup senang.
Sebab dialah wanita sejati yang menjadi pendamping setia dalam proses meraih cita cita suami dari anak tangga terbawah hingga puncak karier. Jangan lupa untuk mengajaknya hidup senang.
Berikut ini adalah tulisan lengkap wanita tersebut.
saya menikah saat umur 19th dgn pria berumur 23th, Pria itu jauh dr kata mapan, mas kawin pun hanya 500 ribu rupiah.
Bukan karena dia ga mampu untuk kasih lebih dari itu, tapi emang saya gak minta.
Saat booming mas kawin dgn angka cantik,
Saya cuma mikir, kasian suami kalo harus ngucapin nominal mas kawin yg ribet itu pada saat ijab kabul..
Dan saya jg ga mau memberatkan calon suami untuk menuhi permintaan yg macem2.

Bukan kah rukun nikah itu hanya ada lima :
1. Pengantin lelaki (Suami)
2. Pengantin perempuan (Isteri)
3. Wali
4. Dua orang saksi lelaki
5. Ijab dan kabul (akad nikah)
Tidak perlu ditambah dgn embel2, mas kawin sekian juta, perhiasan emas sekian gram, resepsi di gedung, atau sederet syarat2 lain nya.
walaupun saya anak pertama perempuan tapi saya juga gak pingin menikah di acarakan. lalu
Setelah 3hari menikah pun saya tinggal di kontrakan 2 petak, cukup besar buat saya tinggal be2 suami.
Tidur pun hanya beralas kasur lipat tipis, krn blm punya spring bed..
Ga jadi masalah krn cinta itu ga harus mewah.
Lucu aja kalo ada yg bilang hari giniii jangan mau nikah karena cinta, perut lapar ga bisa jadi kenyang krn makan cinta..
Beneran bikin saya ketawa, karena sampe saat ini kalo lg makan sepiring be2 sm suami, rasanya malah lebih kenyang drpd makan sendiri (ciyuuus, ga boong)..
Kalau menurut saya siih nikah itu enak nya susah bareng2, jadi pada saat nanti di kasih senang sm Allah pasti ga akan lupain deh saat berjuang dititik terbawah...
Hidup pass passan bukan berarti susah juga.
Pass ga ada makanan, pass tetangga ketok pintu kasih makanan.
Pass dompet lagi tipis, pass bgt dapet arisan.
Pass ga punya duit, pass nyetrika ada duit nyelip di kantong.
Ini semua bukan kebetulan, tapi emang udah diatur sm Allah.
Hidup sederhana dan selalu bersyukur itu wajib buat kami, mewah itu gimana sudut pandang aja.
Mewah buat saya, buat mereka mungkin biasa banget.
Temen2 yg sudah menemukan tambatan hati, segeralah menikah.
Buat yg laki2 ga perlu nunggu mapan, cukup tunjukan kalo kamu lelaki gagah yg penuh tanggung jawab.
Rejeki mah ALLAH yg ngatur.
Buat yg perempuan, jangan trlalu banyak syarat ini dan itu.
Kalo calon kamu udah mapan yaa Alhamdulillah..
Kalo belum mapan, InsyaAllah menikah bisa jadi jalan buat hidup lebih baik.
Salam Erika."
(R02/Sumber: Facebook.com/Rika Prasetiya)