KUALAKAMPAR (RIAUSKY.COM)- -Suasana tenang di perairan Penyalai, ibu kota Kecamatan Kuala Kampar, Teluk Dalam berubah mencekam. Suasana laiknya film Holywood ini berlangsung lebih kurang satu jam. 7 armada Pangkalan TNI Angkatan Laut Pos Kuala Kampar mengepung satu armada speedboat dengan kekuatan mesin 600 Pacuan Kuda (PK). Boat laju ini ditengarai membawa barang selundupan yang akan dipasok ke Kabupaten Pelalawan. Terdengar belasan kali tembakan. Diduga penyelundup juga menggunakan senjata api.
‘’Iye bang, TNI AL Pos Kuala Kampar vs Speedboat smokil baku tembak lebih kurang satu jam,’’jelas Ujang (30) warga Kuala Kampar, Kamis (9/8).
Saling tembak menembak itu lanjut Ujang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (8/8) di perairan laut Kuala Kampar arah ke Sokoi Kecamatan Kuala Kampar yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari pelabuhan penumpang Teluk Dalam. ‘’Memang macam dalam film bang. Iye pulak speedboat penyeludup itu mesin 3x200 PK. Jadi, lajunya bukan main. Pihak Lanal TNI menggunakan satu kapal dan 6 speedboat pengintai. Coba dengarkan video itu bunyi tembakan beruntun,’’ungkapnya yang juga membagikan rekaman aksi kejar kejaran di laut. Hanya saja kualitas gambar kurang baik diambil dari jarak jauh. Namun suara letusan senjata api sangat jelas.
‘’Sejumlah speedboat dari Kepri mengarah ke Kuala Kampar sempat terhenti cukup lama di laut khawatir kena peluru nyasar. Apalagi, pelaku diduga juga dibacking oknum aparat,’’bebernya lagi.
Setelah berlangsung pengejaran selama satu jam, diinfokan Ujang speedboat yang diketahui dinakhodai dan ABK Udin sama Joni warga Pelalawan akhirnya berhasil dijinakkan. ‘’Sekitar 1 jam lebih baru dapat diamankan speed berserta anggotanya 5 orang. Infonya diduga barang seludupan HP dan Miras. Info kami dapat terakhir pagi tadi 3 kotak yang belum dibuka, bisa jadi narkoba, karena kalau selundupan biasa mana mungkin ada pengawal dari aparat,’’imbuhnya sambil mengatakan aktivitas penyeludupan speedboat 3 enjin itu sudah sejak lama menjadi target aparat, hanya selalu mulus dan tidak berhasil disergap.
‘’Dah lame menjadi incaran target. Pernah diburu same Pol Air tak dapat hasil, karene speednye lebih laju,’’sambung Ujang dengan logat Melayu sembari menyebutkan para pelaku setelah ditangkap langsung dibawa ke Markas Dan Lanal TNI AL Tanjung Balai Karimun Kepulaun Riau.
‘’ Iye bunyi lentum lentam tu tembakan bang. Pas kejadian speedboat penumpang dari Balai Karimuan same Batam masuk terpakse stop ditengah laot,’’ungkap Ujang mengenang kejadian dramatis di laut Kuala Kampar tersebut.
Sayangnya, Danlanal TNI Al Pos Kuala Kampar Lettu P (Laut) A Ginting sampai berita tidak bersedia memberikan keterangan. Beberapa kali media ini menghubungi nomor telepon selularnya +628526415xxxx tidak dijawab. Begitu pula pesan singkat dan WA yang dikirim tidak direspon A Ginting.
Camat Kuala Robbi Aliandro,STTP yang dihubungi terpisah juga tidak memberikan komentarnya. ‘’Langsung hubungi TNI AL,’’jelasnya singkat.
Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan,S.Ik seperti dilansir dari riau potenza terpisah juga mengaku belum mendapatkan inforamasi terkait penyergapan speedboat penyelundup.’’Belum dapat info saya bro, 2 hari ini saya masih giat di Pekanbaru,’’jawab Kapolres melalui layanan pesan singkatnya.(R-04)