Investor China Siap Berinvestasi di Kawasan Teknopolitan Pelalawan, Ini Skemanya...

Rabu, 23 Agustus 2017 | 01:28:47 WIB

PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) - Pengembangan kawasan teknopolitan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dengan luas lebih kurang 3750 hektar membuahkan hasil yang manis.

Dimana salah satu miliader dari negeri Panda yakni China yang bergerak di bidang industri chemical mulai melirik kawasan teknopolitan.

Pengusaha besar dari Negara tirai bambu itu rencananya akan menginvestasikan anggaran untuk pembangunan industri kernel oil dengan kapasitas 200.000 ton pertahun.

"Alhamdulillah, kawasan teknopolitan sudah mulai dilirik dari investor luar. Salah satunya mereka berasal dari Shuangma Chemical China. Dan pada Selasa (15/8) lalu, investor dari Negara China ini sudah melihat secara langsung ke lokasi teknopolitan di kecamatan Langgam. Dan investor Negara China ini memberikan apresiasi serta telah mempresentasikan rencana pembangunan pabrik kernel oil yang luasnya diperkirakan membutuhkan lahan 300 hektare," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Ir M Syarul Syarif, Selasa (22/8) di Pangkalankerinci.

Lanjutnya, Pemkab Pelalawan telah berupaya meyakinkan investor China ini tentang potensi dan prospek yang bisa didapatkan dari investasi di kawasan Teknopolitan. Dan Pemkab juga telah memastikan ketersedian lahan sesuai yang dibutuhkan investor dari Negara China tersebut.

"Jadi dalam pertemuan tersebut, ada lima orang investor dari negara China yang mengunjungi kawasan Teknopolitan diantaranya Mr Bao Xin Lai, Chu Pengcheg dan Yun LS. Dimana para investor China ini, mewakili perusahaan Shungma Chemical serta Bao Xing Lai perwakilan Shuangma Chemical Indonesia," sebutnya.

Sambungnya, Pemkab Pelalawan telah memaparkan kepada investor tersebut tentang keuntungan dan prospek yang bisa didapatkan berinvestasi di Pelalawan. Salah satunya potensi industri kelapa sawit yang bisa disinergikan dengan bisnis Suangma Chemical yang tak lain adalah industri hilir minyak kelapa sawit.

"Sedangkan Teknopolitan Pelalawan sendiri sejauh ini merupakan pilot project program Bupati Pelalawan dalam upaya mensinergikan industri dan alih teknologi dengan basis industri perkelapasawitan dan pertanian. Disamping itu, perencanaan pembangunan kawasan tenopolitan tersebut juga telah mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat, dimana bersinergi dengan program Pemerintah Pusat yakni teknopark. Untuk itu, kita berharap dengan adanya investor dari Negara China ini, maka banyak investor lain yang mau berinvestasi juga nantinya. Dengan demikian, maka visi Inovasi Menuju Pelalawan EMAS dapat tercapai secara maksimal," pungkasnya. (R21/Mcr)

Terkini