Gempa 6,2 SR Guncang Kepulauan Mentawai Sumbar, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Jumat, 01 September 2017 | 01:23:16 WIB

JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Gempa ini tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempat tersebut terjadi pada Jumat (1/9/2017) pada pukul 00.06 WIB. Gempa tersebut berada pada titik koordinat 1.30 lintang selatan (LS) dan 99.66 bujur timur (BT).

Titik gempa berada di 80 kilometer arah timur laut Kepulauan Mentawai, Sumbar. Episentrum gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Belum diketahui soal adanya korban dan dampak kerusakan dari gempa tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika seperti dilaporkan klik positif merilis, gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter yang mengguncang Sumatera Barat pada Jumat 1 September dinihari merupakan gempa yang dangkal.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochamad Riyadi mengatakan gempa tersebut disebabkan karena adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng di Samudra Hindia.

"Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksiIni Penyebab Gempa 6,2 SR Sumbar yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera," katanya seperti dilaporkan klik positif dinihari ini.

Menurutnya, berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh penyesaran naik dari dua lempengan itu.

"Sehingga dengan adanya aktifitas subduksi itu getaran gempa dirasakan hingga ke berbagai daerah yang ada di Sumbar, bahkan provinsi tetangga seperti Bengkulu dan Jambi," jelas dia.

Kendati begitu, ia menyebut hingga kini belum ada tanda-tanda akan terjadi gempa susulan (aftershock).

Sementara itu Kepala Bidan Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Pagar Negara menyebut satu jam pasca gempa, pihaknya belum mendapatkan informasi kerusakan bangunan akibat gempa yang berlangsung selama 3 menit tersebut.

"Hingga sekarang kami masih menunggu informasi lengkap dari Kabupaten dan Kota. Namun sementara kami minta agar masyarakat tetap waspada dan tidak panik," pungkas dia.(R02/dtc) 

Terkini