TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM) - Usai sudah gelaran Festival Kelapa Internasional (FKI) di Kabupaten Indragiri Hilir. Festival yang melibatkan beberapa negara untuk mengikuti kegiatan itu dinilai telah berjalan meriah dan sukses.
Gelaran FKI yang berakhir setelah ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin pada Senin malam (11/9/17) itu kini meninggalkan kenangan serta harapan bagi masyarakat Inhil, khususnya petani kelapa.
Festival bertaraf internasional tersebut diharapkan bukan hanya ajang seremonial belaka, selesai acara hilang begitu saja, namun ada tindakan lanjutan sebagai komitmen atas terselenggaranya kegiatan tersebut untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kelapa.
"Kita apresiasi terselenggaranya kegiatan itu di Tembilahan. Tapi langkah selanjutnya apa yang akan dilakukan oleh Pemkab Inhil untuk kepentingan petani kelapa, " kata Ruslan Hatim, ST selaku pemerhati kelapa, Kamis (14/9/17).
Akan sangat disayangkan, jika kegiatan tersebut berakhir tanpa ada tindakan lanjutan yang dilakukan.
Untuk itu, Ruslan merekomendasikan agar dibentuk Tim terpadu untuk menindaklanjuti langkah-langkah demi kepentingan petani kelapa.
"Tim hendaknya berasal dari berbagai unsur, baik dari pemerintah, LSM, masyarakat petani kelapa dan pers yang membahas berdasarkan rekomendasi atas hasil acara FKI tersebut," katanya.
Selain itu, dengan terselenggaranya FKI di Inhil ini bisa menjadi momentum bagi Pemkab Inhil beserta seluruj stakeholdernya dan wakil-wakil rakyat di badan lagislatif untuk menyelamatkan perkebunan kelapa rakyat dengan meningkatkan anggarannya.
"Menurut saya, dari 400 rb hektar lebih kebun kelapa di Inhil, hampir 50 persen rusak. Jadi anggaran untuk penyelamatan perkebunan tentunya cukup besar, apalagi ini untuk kepentingan mayoritas masyarakat Inhil. Menurut saya sekitar 5-10 persen dari APBD Inhil layak dialokasikan untuk penyelamatan perkebunan kelapa saat ini," ujar pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD inhil priode 2004-2009 ini.
"Sekarang, Bupati dan anggota DPRD maupun pihak lainnya, mari kita hilangkan warna dan kepentingan politik untuk satu tujuan, kesejahteraan petani kelapa khususnya dan masyarakat Inhil pada umumnya, " imbuhnya.
Ruslan juga mengingatkan jika dirinya pernah menjadi ketua panitia Pekan Perkelapaan Nasional pada tahun 2001. Kegiatan yang mirip dengan FKI yang dilaksanakan tahun 2017 ini juga menghadirkan perwakilan dari beberapa negera, seperti thailand, singapura dan malaysia dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pusat.
"Kini, mayoritas masyarakat Inhil khususnya petani kelapa menunggu langkah konkrit dari pemerintah pasca pelaksanaan FKI ini," tutupnya. (R17)