PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Provinsi Riau memastikan tetap mengalokasikan dana desa (ADD) kepada desa-desa yang ada di Riau sepanjang tahun ini.
Pengalokasian dana tersebut, disalurkan melalui Bantuan keuangan pemerintah Provinsi Riau yang dananya ditransfer melalui rekening pemerintah kabupaten dan kota di Riau.
Penjelasan tersebut disampaikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam akun resminya Andi Rachman yang diunggah pada Selasa (19/9/2017) lalu.
Penjelasan tersebut disampaikan Andi terkait banyaknya pertanyaan dari masyarakat khususnya pemerintah desa dalam berbagai kunjungan ayng dia lakukan ke daerah-daerah terkait alokasi dana nesa Pemprov Riau.
''Dalam berbagai kesempatan kunjungan kerja, masih banyak masyarakat yang bertanya langsung kepada saya apakah masih ada dana bantuan desa Provinsi Riau, maka jawabnya ada,'' kata Andi.
''Dapat saya jelaskan, pada tahun 2016 dan 2017 lalu, dana bantuan untuk Desa dari Pemprov Riau kita beri nama Bankeu (Bantuan Keuangan). Hanya saja ada perubahan mekanisme dalam penyalurannya,'' imbuhnya.
Jika sebelumnya dana bantuan tersebut di transfer langsung ke Rekening Desa, jelas Andi, maka pada tahun 2016 dan 2017 lalu, dana ditransfer ke Rekening kabupaten/kota. ''Kemudian dari kabupaten/kota yang akan mengaturnya atau menentukan penggunaan Bankeu tersebut, apakah untuk membangun jalan desa, fasilitas air bersih atau infrastruktur desa lainnya,'' kata dia.
Untuk tahun 2016 lalu, total Bankeu Pemprov Riau untuk 12 kabupaten/kota se-Riau, sekitar Rp 1,4 triliun.
Lalu untuk tahun 2017, totalnya Rp 564,24 miliar. Perinciannya sebagai berikut: Pekanbaru (Rp 15,4 M), Kampar (Rp 57 M), Bengkalis (Rp 45,6 M), Inhu (Rp 29,5 M), Inhil (Rp 74,7 M), Kuansing (Rp 40,5 M).
Selanjutnya Dumai (Rp 61,6 M), Rokan Hulu (Rp 77,1 M), Rokan Hilir (Rp 81,4 M), Pelalawan (Rp 24,3 M), Siak (Rp 47,1 M) dan Meranti (Rp 9,7 M).
Karena itulah, saran dia, jika memang para kepala desa lebih memilih mekenisme penyaluran bantuan untuk desa dengan cara ditransfer langsung ke rekening desa, maka pihaknya atas nama Pemprov Riau tidaklah berkeberatan. ''Karena bagi saya yang terpenting memastikan bagaimana agar dana bantuan untuk desa benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat desa,'' kata dia.(R02)