PEDIH...Bayar Rp6 Juta Cuma Lihat Patung Singa, Sampai Rupat Utara Empat Hari Makan Akar Kayu...

Selasa, 26 September 2017 | 13:06:20 WIB
Para imigran pencari kerja asal bangladesh di kantor Imigrasi Dumai.

DUMAI (RIAUSKY.COM)- Sebanyak 42 orang Imigran warga Bangladesh diamankan Polsek Rupat, mereka diserahkan ke Kantor Imigrasi pasca penangkapan, Ahad (24/9) kemarin. Mirisnya mereka ditinggalkan oleh pelaku di perkebunan PT Marita Maju Jaya, Kecamatan Rupat. Merekapun harus bertarung bersama kondisi kelaparan. 

Salah satu warga Imigran Muhammad Arobialis, (34) yang saat diwawancarai Dumaipos mengatakan ia bersama puluhan rekannya kelaparan selama 4 hari dan terpaksa memakan apa yang bisa dimakan, termasuk akar kayu  saat ditinggalkan di sebuah perkebunan yang tak tau tempatnya. 

“Dari Bangladesh kami membayar uang kepada agen sebanyak 50 Daka atau setara dalam rupiah berjumlah lebih kurang 6juta,” katanya. 

Ia menjelaskan ia keberangkatan mereka sudah bertolak dari Negara Bangladesh sejak tanggal (19/9/2017) menuju Singapura, dari Singapura mereka pada tanggal (20/9/2017) masuk ke Indonesia melalui Pekanbaru. 

“Tanggal 21 kami dibawa dengan mengunakan speedboat yang sudah disiapkan dan berlabuh di Rupat, sesampainya di Rupat kami di tinggalkan ke kebun,” ceritanya. 

Hal senada juga disampaikan Imigran lainnya, Muhammad Arofi (36), ia berharap dapat kembali pulang ke negara asal Banglades. Ia juga mengakui dirinya hanya mengetahui akan bekerja di Malaysia sebagai kuli bangunan. “Kami hanya ingin pulang dan kembali ke keluarga.” singkatnya. 

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Rangga Putra Yudha menyampaikan pihaknya sudah menerima sebanyak 42 orang Imigran dari Polsek Rupat. 

Hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan. “Nanti akan kita pulang ke negaranya, jika tidak memungkinkan mereka akan kita serahkan ke tempat penampungan di Pekanbaru, untuk sejumlah dokumen yang telah kita periksa mereka memiliki Dokumen lengkap, artinya mereka semua memiliki paspor dan mereka masuk ke Indonesia legal, namun mereka ingin masuk melalui ke Malaysia dengan cara Ilegal, “ungkapnya. 

Ia juga membenarkan akibat ditinggal di perkebunan puluhan Imigran itu kelaparan, dua diantaranya dalam kondisi sakit.

Bahkan, perjuangan mereka menahan lapar dan dingin akhirnya sempat memaksa mereka memakan akar kayu hutan yang masih cukup banyak terdapat di wilayah Rupat Utara. 

Sebelumnya kisah ini berawal Polsek Rupat Utara bersama anggota Koramil 05 Rupat berhasil mengamankan 42 orang laki-laki berkembangsaan Banglades. Mereka diamankan petugas pada Minggu (24/9/2017) sekira pukul 10.00 Wib. Bermula saat salah seorang karyawan PT Marita Jaya memberikan informasi kepada Kapolsek Rupat Utara dan Babinsa Rupat, terdapat sekelompok orang diduga warga Banglades memasuki areal perkebunan sawit milik PT PT Marita Jaya yang berada di Teluk Tungku.

Berbekal informasi dari warga petugas gabungan Polri-TNI langsung terjun kelapangan guna memastikan adanya terdampar imigran gelap asal Banglades.

Berangkat bersama anggota Babinsa ke lokasi dengan menggunakan Kapal motor jenis pompong. Setelah sampai tepat di Tanjung Umbul ditemukan 42 orang warga negara benglades, dan diperkirakan telah terlantar selama lima hari. 

Para agen telah menukarkan tiket tujuan mereka dari Malaysia dialihkan ke Pekanbaru-Indonesia. kemudian pihak agen berencana mengirim mereka ke Malaysia melalui Kota Dumai dengan jalur gelap atau tidak resmi.

Berangkat dari negara benglades agen juga telah menukar tiket yang seharusnya ke Malaysia untuk dikirim ke Indonesia tepatnya di pekan baru oleh pihak imigrasi pekan baru  menekan paspor mereka kemudian pihak agen mengirim mereka ke Malaysia kembali melalui dumai dengan jalur tidak resmi.

Dari kota Dumai rombongan imigran gelap korban People smuggling itu berangkat mengunakan speedboat dan diturunkan di Tanjung Umbul Kecamatan Rupat Utara.

Kini para imigran gelap tersebut tepat pukul 15.30 Wib telah diserahkan oleh Polsek Utara dan Koramil 05 Rupat kepada kantor Imigrasi kota Dumai guna penyelidikan lebih lanjuti. 

Adapun data 42 orang imigran asal Banglades sebagai berikut :

1. Muhammad Nurul no paspor : BQ011172.

2. Muhammad Kasyem no paspor : BH0715235.

3. MAD Israfil Hossein no paspor : BQ0035758.

4. Akbor no paspor BM0321561.

5. Muhammad nur no paspor BQ0069868.

6. MD sohel rana no paspor DP0585186.

7. Hasan no paspor BQ0035745.

8. Muhammad turja no paspor BM0391976.

9. Muhammad mintu no paspor BP0803698.

10. MD Tofajjel hoesen no paspor BQ01633448.

11. Sahan no paspor BP0723228.

12. MD mehedi Hasan no paspor BP0787572.

13. MD jahid no paspor BP0275505.

14. Kamal Molla no paspor BN0732876.

15. MD hafijur rahman no paspor AG0190763.

16. Faruq hossen no paspor BN0389128.

17. Rimon no paspor BP0954234.

18. Oliullah no paspor BP0753810.

19. Muhammad nasir no paspor BQ017084.

20. Mehedi hasan no paspor BQ0246407.

21. Muhammad uzzal no paspor BQ0246403.

22. Akasih mahmud no paspor BQ0246461.

23. Mostafiz rahaman no paspor BK0246734.

24. Shamin miah no paspor AG2080833.

25. Harun fakir no paspor BP0965347.

26. MD rofikul no paspor BL0252523.

27. Ishak Ali no paspor BP0690664.

28. Anis no paspor BQ0056919.

29. MD mochtar hosain no paspor BQ0196637.

30. Jamal no paspor BP0882997.

31. MD Moneruzzaman no  pasport BL0822575.

32. MD swarankhan no paspor BP0625629.

33. Mohammad robilul no paspor BQ199767.

34. Mannan hosein BP0877082.

35. MD tofazzal hosen no paspor BP0476342.

36. Shipon miah no paspor BC0384284.

37. Forhad no paspor BP0742386.

38. Giah uddin mirda no paspor BN0763405.

39. MD ariful no paspor BP0517226.

40. Shoel rana no paspor BQ0265768.

41. Abul kalam sikder no paspor BP0202994.

42. MD osman gani talukder no paspor BQ0255795. (R07)

Terkini