NAHAS... Kejar Perahunya yang Hanyut, Murni Malah Tewas Tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang

Selasa, 26 September 2017 | 13:27:37 WIB
Jasad korban saat akan dievakuasi

XIII KOTO KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Murni alias Last (40) tewas dibawa arus sungai Kampar karena ingin mengejar perahu miliknya yang hanyut terbawa angin, pada Minggu (24/9) sekira pukul 16.30WIB.

Kejadian ini terjadi di Desa Tanjung Alam, kecamatan XIII Koto Kampar tepatnya di Sungai Bosou, Danau PLTA Tanjung Alai.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto melalui Kapolsek XIII Koto Kampar Akp Handoko Sujarwo, "korban tenggelam selama dua hari dan akhirnya berhasil ditemukan," jelasnya.

Diungkapkan Kapolsek, kejadian ini bermula ketika korban bersama dua orang temannya Efelin Halawa (34) dan Satira Lawolo (36) saat itu mereka berhenti di sebuah Pondok di Pulau Bosau dengan menggunakan robin atau perahu air karena air hujan.

Setelah bersandar ketepian dua rekannya langsung lari ke pondok untuk berteduh bersama istrinya sementara korban tinggal di tepian dermaga lalu korban membuka pakaian dan langsung mandi.

Tanpa sepengetahuan korban tiba-tiba datang angin kencang dan robin atau perahu air terbawa arus melihat perahu hanyut korban langsung mengejar sambil berenang lalu saksi melarang korban mengejar perahu tersebut namun korban tidak menghiraukan.

Kemudian kedua rekan melihat korban tiba-tiba tenggelam dan cuma melihat tangan korban lalu menghilang .

Lalu mereka langsung melaporkan kejadian kepada pemilik kebun Gito tempat saksi dan korban bekerja , kemudian Gito melaporkan ke kepala desa dan Babhinkamtibmas dan selanjutnya atas laporan tersebut Babhinkamtibmas bersama babinsa dan warga melakukan Pencarian di TKP namun sampai saat itu korban belum di temukan.

Sedangkan robin atau perahu air yang di gunakan korban Murni Lase di temukan .

Kemudian pada Senin (25/9) sekira pukul 10.30 wib tim gabungan Polsek Xlll Koto kampar dan Koramil 12 , Basarnas Pekan baru beserta warga masyarakat mencari korban.

Sekira pukul 13.30 wib Tim basarnas Pekan baru melakukan upaya manuver dengan speed boot dan membuat gelombang arus agar korban kepermukaan air namun upaya ini tidak membuahkan hasil .

Selanjutnya melakukan penyelaman oleh Tim Basarnas Pekan baru 10 menit Pada Pukul 13.52 wib  korban di temukan oleh dua orang tim penyelam basarnas Pekan baru  dalam keadaan meninggal dunia ( MD ) tidak jauh dari tempat Korban tenggelam.

"Korban langsung di serahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan," ujarnya.

Diharapkan Kapolsek, bahwa perlunya kiranya dilakukan himbauan terhadap warga agar berhati - hati beraktifitas selama di danau  PLTA berhubung cuaca saat ini tidak menentu .

"Melakukan himbauan atau sosialisa kepada warga untuk tidak melakukan aktifitas di danau PLTA apabila cuaca ekstrim," tegas Kapolsek. (R12/Ktc)

Terkini