PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Riau akan menggelar kegiatan pelatihan TV News Technical Skill and Basic Journalism.
Pelatihan tersebut akan digelar pada hari Sabtu, 14 November 2015 mendatang di Pustaka Wilayah Provinsi Riau.
IJTI Provinsi Riau berupaya memposisikan diri menyelaraskan program dengan Program Dewan Pers dan IJTI Pusat sebagai induk organisasi. IJTI menjadi wadah berkumpulnya para wartawan televisi dan menjadikan suatu edukasi sebagai program utama dalam upaya membantu kelahiran jurnalis televisi professional.
Acara yang akan mengupas kreatifitas, kualitas sajian berita televisi itu dirancang untuk mudah dipahami para peserta yang menyukai program di Televisi. Pelatihan jurnalis televisi yang akan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru dan Anggota IJTI Riau.
"Pelatihan televisi tersebut guna memberikan wawasan baru dan sekaligus penyegaran untuk anggota IJTI. Dengan kehadiran para peserta dari mahasiswa ini ditujukan agar jurnalisme televisi menjadi bagian dari pilihan profesi. Kita memformulasikan materi untuk mudah dipahami dengan menghadirkan jurnalis televise senior sebagai pembicara," kata Ketua Pelaksana, Yudi Bogel, Kamis (12/11).
Yudi menambahkan, bahwa pelatihan semacam ini akan sangat diperlukan, terutama dalam meningkatkan visi dan wawasan seiring perkembangan news room yang kian kompetitif.
Sedangkan Narasumber yang akan hadir pada pelatihan ini, diantaranya Boby Gunawan (Al Jazeera TV), Aldian (Liputan6 SCTV), Yusril Ardanis Sirompak (Liputan6 SCTV) dan Peramasdino Safry (Ketua IJTI-Riau)
Sementara itu, Ketua IJTI Pengda Riau, Peramasdino Safry, mengatakan, Pelatihan ini menawarkan materi teori jurnalistik TV lengkap dengan prinsip peliputan yang obyektif, nilai berita, etik, menembus sumber dan materi pendukung lainnya. Para peserta juga akan diberikan ruag yang cukup untuk praktik penulisan berita, tehnik wawancara dan pengenalan presenter job
"Kita berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum tersebut sebaik mungkin. Hal ini agar bertujuan pelatihan tersebut bisa bermanfaat," tutup Safry. (R02)